Diposting pada 21 March 2025, 13:24 Oleh ip
SLAWI
- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-123 Tahun Anggaran
2025 Kodim 0712/Tegal resmi ditutup pada Kamis, (20/3/2025).
Upacara
penutupan berlangsung di Lapangan Desa Kesadikan, Kecamatan Tarub, Kabupaten
Tegal yang dipimpin oleh Asisten Teritorial (Aster) Kodam IV/Diponegoro Kolonel
Inf Lukman Hakim. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid
beserta Forkopimda Kabupaten Tegal.
Kolonel Inf Lukman Hakim
menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, pemerintah daerah, serta
masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan TMMD ke-123.
"Kami mengucapkan
terima kasih atas dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah. Semua
sasaran fisik dan non-fisik telah diselesaikan sesuai rencana. Harapannya,
hasil dari program ini bisa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh
masyarakat untuk jangka panjang," ungkapnya.
Menurut Kolonel Lukman, TMMD
ke-123 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Kodam
IV/Diponegoro, program ini berlangsung di empat daerah, yakni Kabupaten Tegal,
Magelang, Demak, dan Boyolali.
Wakil Bupati Tegal Ahmad
Kholid menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan program ini.
“TMMD ini adalah bentuk
sinergi yang sangat baik antara TNI dan Pemerintah Daerah. Kedepan, Pemerintah
Daerah akan terus mengutamakan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan
masyarakat,” ujar Kholid.
Menurutnya, TMMD juga
berperan dalam membantu pemerintah daerah memberikan pelayanan langsung kepada
masyarakat, termasuk dalam hal kepemilikan dokumen resmi.
Program ini sangat membantu
masyarakat yang selama ini kesulitan mengurus dokumen kependudukan karena
kendala biaya atau jarak. Dengan adanya program jemput bola seperti ini, warga
lebih mudah mendapatkan pelayanan
Sementara itu, Dansatgas
TMMD yang juga Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Suratman menjelaskan bahwa program TMMD Reguler ke-123 berlangsung mulai
tanggal 19 Februari dan selesai pada 20 Maret 2025, mengerjakan program fisik
maupun non fisik telah selesai sesuai target.
Proyek utama yang berhasil
diselesaikan, pembangunan jalan Lapen atau Shandseet sepanjang 1.883 meter
dengan lebar 3 meter, pembangunan jalan Shandseet sepanjang 786 meter dengan
lebar 3,5 meter.
Pembangunan jalan Makadam
sepanjang 237 meter dengan lebar 3,5 meter, dan penanaman 1.000 pohon kelapa
dan 1.300 pohon mangga di lahan seluas 30 hektare.
Selain pembangunan
infrastruktur, TMMD ke-123 juga melaksanakan berbagai program sosial untuk
membantu warga yang masih kekurangan.
“Kami juga membangun lima
unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk warga yang membutuhkan. Selain itu,
kami bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
Kabupaten Tegal membantu warga mendapat dokumen kependudukan seperti KTP, akta
kelahiran, dan kartu keluarga," ungkap Letkol Inf Suratman.
Selain pembangunan fisik,
TMMD ke-123 juga melaksanakan berbagai program non-fisik yang berlangsung pada
3–16 Februari 2025.
"Program ini meliputi
penyuluhan dan layanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat," jelasnya.
Kemudian, penyuluhan
wawasan kebangsaan untuk menanamkan rasa cinta tanah air, penyuluhan bela
negara guna meningkatkan kesadaran pertahanan negara.
Penyuluhan kenakalan remaja
untuk pencegahan pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, penyuluhan
keluarga berencana (KB) dan kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup
masyarakat dan penyuluhan hukum dan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)
untuk meningkatkan pemahaman hukum di masyarakat.
TMMD ke-123 di Kabupaten
Tegal ini didanai dari APBD I Provinsi
Jawa Tengah berupa material senilai Rp89.902.000, APBD II Kabupaten Tegal
berupa material tambahan sebesar Rp1.000.000.000 dan anggaran TNI Angkatan
Darat sebesar Rp338.000.305 untuk pelaksanaan program TMMD.