Diposting pada 28 June 2026, 00:48 Oleh IP
SLAWI – Perkumpulan
Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Tegal Masa Bhakti 2026 –
20230 dilantik, bertempat di Universitas Bhamada Slawi, Sabtu (27/6/2026).
Bupati Tegal
Ischak Maulana Rohman menegaskan komitmenya untuk mewujudkan Kabupaten Tegal
yang sehat dan bebas tuberculosis (TB).
“Dengan
kolaborasi seluruh elemen masyarakat, saya optimis target Eliminasi Tuberkulosis
2030 dapat kita capai bersama,” ujar Ischak.
Ia meyakini PPTI
akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat penemuan
khusus, meningkatkan keberhasilan pengobatan dan membangun kesadaran masyarakat
akan pentingnya pencegahan tuberkulosis.
Ischak
menambahkan, berdasarkan estimasi nasional, beban kasus tuberkulosis di
Kabupaten Tegal tahun 2026 diperkirakan mencapai 6705 kasus, menempatkan
Kabupaten Tegal sebagai daerah dengan beban TB tertinggi ketiga di Jawa Tengah
setelahKabupaten Brebes dan Kabupaten Banyumas.
“kondisi ini
menjadi perhatian serius sekaligus pengingat bahwa upaya penemuan kasus baru,
pengobatan dan pencegahan penularan harus diperkuat,” tegas Ischak.
Hingga Juni
2026, sebanyak 13.637 terduga TB telah diperiksa dari target 28.844 orang. Sementara
itu, 2.433 kasus TB telah ditemukan dan 2.280 pasien telah mengalami
pengobatan.
Data ini
menujukan adanya kesenjangan antara estimasi kasus dengan yang berhasil
ditemukan sehingga diperlukan langkah
yang lebih masih dan terintegrasi.
Ischak juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus memperkuat skrining aktif, pelacakan kontak erat, pendampingan pasien serta pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan dan program kolaboratif dengan pemerintah desa, Gerakan Pramuka serta jajaran Polres Tegal dalam mendukung percepatan penanggulangan TB.
Sementara itu Ketua
PPTI Kabupaten Tegal Muchtar Mawardi menyampaikan, kepengurusan sekarang berkomitmen
memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan TB. Program yang
disiapkan meliputi penyusunan roadmap pemberantasan TB, sosialisasi, pelatihan
kader, monitoring dan evaluasi, serta pemberdayaan Gerakan Pramuka sebagai
mitra edukasi dan deteksi dini di masyarakat.
“Tingginya angka
kasus TB di Kabupaten Tegal menjadi tantangan bersama yang membutuhkan dukungan
seluruh pemangku kepentingan agar target eliminasi TB pada 2030 dapat tercapai,”
ujar Muchtar.
Ketua Pengurus
Wilayah PPTI Jawa Tengah dr. Hartanto menyampaikan, PPTI berperan mendukung
pemerintah melalui penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien hingga
tuntas menjalani pengobatan, penghapusan stigma terhadap penyandang TB, serta
advokasi kebijakan agar program pemberantasan TB mendapat dukungan yang memadai.
Kolaborasi
dengan Gerakan Pramuka menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas edukasi dan
deteksi dini di masyarakat. Melalui jaringan Pramuka yang tersebar hingga
tingkat desa dan sekolah, kampanye "Temukan, Obati Sampai Sembuh"
diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempercepat
pencapaian target eliminasi TB pada 2030.