Pemulihan Warga Padasari Diprioritaskan, Pemerintah Siapkan Hunian Aman Pascabencana


Diposting pada 07 February 2026, 09:26 Oleh ZUL


Slawi – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi terdampak bencana tanah bergerak serta kondisi warga yang mengungsi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (06/02/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Tegal, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal. Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Di hadapan para pengungsi yang berada di Posko Majelis Az Zikir Wa Rotibain, Wapres menekankan bahwa keselamatan jiwa warga menjadi prioritas utama. Ia meminta masyarakat tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi membahayakan.

Wapres juga memastikan pemerintah akan mempermudah pengurusan dokumen penting milik warga yang hilang atau rusak akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga, agar dapat segera diganti.

Selain itu, Wapres menginstruksikan agar penanganan kelompok rentan mendapat perhatian khusus, termasuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas, dengan memastikan ketersediaan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan relokasi warga ke kawasan yang lebih aman dengan hunian yang disiapkan pemerintah tanpa membebani masyarakat. Ia juga mengapresiasi kesiapan warga untuk direlokasi demi keselamatan bersama.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa bencana tanah bergerak tersebut berdampak pada 464 rumah, dengan 250 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Hingga kini tercatat sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama.

Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman. Pemerintah daerah juga mengusulkan dukungan pembangunan hunian sementara kepada pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan kondisi warga.

Kisah para pengungsi turut menggambarkan dampak besar bencana tersebut. Nur Halimah (35), salah satu warga terdampak, menceritakan kepanikan saat rumahnya rusak akibat pergerakan tanah sehingga ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Hal serupa dialami Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD Padasari 01, yang kini tinggal di pengungsian bersama keluarganya karena rumah mereka mengalami pergeseran tanah dan tidak lagi aman ditempati. Meski sedih meninggalkan rumahnya, ia berharap keluarganya tetap sehat dan dapat segera kembali hidup dengan aman.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga meninjau kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan jajaran Polwan Polres Tegal untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke dapur umum dan posko kesehatan guna memastikan pelayanan bagi pengungsi berjalan optimal.

Wapres pun memberikan semangat kepada para pengungsi agar tetap kuat dan sabar menghadapi musibah, sembari menegaskan bahwa pemerintah akan terus memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sehingga warga dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman dan nyaman.






Link Pemerintahan


Link Lainnya