Pemkab Tegal Uji Coba Bansos Digital, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran


Diposting pada 17 April 2026, 05:23 Oleh ZUL


Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat melalui inovasi digital. Salah satunya dengan mendukung pelaksanaan uji coba (piloting) digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang diharapkan mampu menghadirkan penyaluran bantuan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat menerima kunjungan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah dalam kegiatan koordinasi dan sosialisasi pelaksanaan piloting digitalisasi bansos di Rumah Dinas Bupati Tegal, Kamis (16/04/2026).

Kabupaten Tegal sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 42 kabupaten/kota lokasi perluasan uji coba program ini, yang merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor perlindungan sosial.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, digitalisasi bansos menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Melalui sistem digital, penyaluran bantuan akan lebih transparan, akurat, dan meminimalkan potensi kesalahan data. Ini penting agar manfaat bansos bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa selama ini dinamika data penerima di tingkat desa kerap menjadi kendala dalam penyaluran bantuan. Dengan sistem yang terintegrasi, permasalahan tersebut diharapkan dapat diminimalkan.

Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjutnya, siap mendukung penuh pelaksanaan uji coba ini melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Sementara itu, perwakilan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Muhammad Nuh Al Azhar, menjelaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan bagian dari implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang bertujuan meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial.

Ia menyebutkan, skema digitalisasi mencakup proses registrasi berbasis data kependudukan, verifikasi kelayakan melalui integrasi data lintas instansi, hingga penyaluran bantuan secara digital.

“Dengan sistem ini, potensi kesalahan sasaran dapat ditekan, baik penerima yang tidak berhak maupun masyarakat yang seharusnya menerima tetapi terlewat,” jelasnya.

Melalui uji coba ini, pemerintah pusat dan daerah juga memastikan kesiapan teknis, infrastruktur, serta pembagian peran dalam pelaksanaannya di lapangan.

Ke depan, digitalisasi bansos diharapkan tidak hanya mempercepat proses penyaluran, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial, sekaligus memastikan setiap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal.






Link Pemerintahan


Link Lainnya