Pemkab Tegal dan TNI Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Bumijawa


Diposting pada 22 April 2026, 13:58 Oleh ZUL/YOP


Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama TNI resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan dilaksanakan pada Rabu, (22/04/2026) di Lapangan Desa Sokatengah, Kecamatan Bumijawa, dengan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Tegal, Forkopimcam Bumijawa, perangkat Desa Sokatengah, serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan perwira pelaksana TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang dibacakan oleh Letnan Dua Infanteri Agus Sunarto. Disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan TMMD ini didasari oleh surat Danrem Wijayakusuma terkait pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses jalan desa yang berdampak pada terhambatnya aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat, serta keterbatasan swadaya masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa.

Dalam laporannya juga disebutkan bahwa TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi TMMD kepada masyarakat, penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, kenakalan remaja dan bahaya narkoba, serta penyuluhan keluarga berencana (KB), kesehatan dan stunting, hingga pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan dukungan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp182.602.000 dan APBD Kabupaten Tegal sebesar Rp380.000.000.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan gerakan kolaboratif antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa.

“TMMD adalah gerakan bersama yang mempertemukan kekuatan TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam satu tujuan, yaitu membangun dari desa. Ketika desa maju, maka daerah pun akan ikut maju,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0712/Tegal, yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan. Selain itu, Bupati turut mengapresiasi masyarakat Desa Sokatengah yang terus menjaga semangat gotong royong.

Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ke depan. Program ini didukung anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pemerataan pembangunan desa.

Melalui TMMD ini, akan dilaksanakan pembangunan infrastruktur berupa jalan rabat beton di dua titik strategis. Ruas pertama sepanjang kurang lebih 305 meter dengan lebar 4 meter, dan ruas kedua sepanjang kurang lebih 135 meter dengan lebar 3 meter.

“Yang kita bangun hari ini bukan hanya jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat, memperlancar hasil pertanian, serta menggerakkan roda perekonomian desa,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga mencakup program nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, bela negara, serta pencegahan narkoba dan kenakalan remaja sebagai upaya membentuk masyarakat yang sehat, kuat, dan berkarakter.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Desa Sokatengah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut dengan menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan, tetapi juga dari kebersamaan yang terbangun dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilaksanakan demi keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Ia juga menegaskan bahwa Desa Sokatengah merupakan lokasi yang tepat untuk pelaksanaan TMMD, mengingat masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan pembangunan, seperti kondisi jalan ambles dan tanjakan ekstrem yang sempat dilaluinya.

“Dengan kerja sama seluruh pihak, insyaallah tantangan tersebut dapat segera tertangani,” pungkasnya.






Link Pemerintahan


Link Lainnya