Diposting pada 29 June 2026, 12:07 Oleh ip
SLAWI - Tuberkulosis bukan
hanya persoalan medis, tetapi persoalan sosial. PPTI hadir untuk memastikan
setiap orang mendapatkan edukasi, pendampingan, dan dukungan agar dapat sembuh
dan hidup bermartabat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua
PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) Jawa Tengah dr.
Hartanto pada acara Pelantikan Pengurus PPTI Cabang Kabupaten Tegal Masa Bhakti
2026 – 2030, di Universitas Bhamada Slawi, Sabtu (27/6/2026).
“PPTI berperan mendukung
pemerintah melalui penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien hingga
tuntas menjalani pengobatan, penghapusan stigma terhadap penyandang TB, serta
advokasi kebijakan agar program pemberantasan TB mendapat dukungan yang memadai,”
ujar Hartanto.
Sementara itu, Ketua PPTI Kabupaten
Tegal Muchtar Mawardi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tegal sudah bergerak
dalam upaya penanggulangan TBC, hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati
Tegal nomor 400.1/103/2024 tentang percepatan
penanggulangan TBC di Kabupaten Tegal.
“Surat Edaran ini bertujuan untuk
mengoptimalkan penanganan TBC demi mencapai target eliminasi TBC nasional 2030,”
ujar Muchtar.
Pemkab Tegal telah mengimplementasikan
serangkaian langkah strategis dalam upaya penanggulangan TBC yang mencakup
pembentukan tim terpadu yakni tim kolaboratif unsur perangkat daerah,
organisasi profesi dan mitra pembangunan untuk memperkuat koordinasi lintas
sektor.
Pendekatan TOSS TBC, yakni meningkatkan
akses layanan Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC yang bermutu dan berpihak
pada pasien.
Mengendalikan resiko, yakni Langkah
preventif dan deteksi dini ubntuk menurunkan angka kesakitan dan kematian
akibat TBC.
Rencana aksi daerah, yakni
penyusunan panduan strategis dan oprasional untuk memastikan penanggulangan
terarah dan terukur.
Muchtar juga menambahkan, rencana
kerja PPTI kedepan diantaranya konsolidasi dan koordinasi internal pengurus. Tujuanya
untuk menyamakan persespi bahwa PPTI memiliki peran penting dalam pemberantasan
TBC.
PPTI akan membuat roadmap terkait
penentuan target yang diselaraskan dengan Dinas Kesehatan, Polres, rumah sakit,
Puskesmas, dan Kwarcab. Melakukan pelaporan berbasis survailance yaitu
mengumpulkan, analisa dan interpretasi data.
Bupati Tegal Ischak Maulana
Rohman yang hadir pada acara tersebut menegaskan komitmenya untuk mewujudkan
Kabupaten Tegal yang sehat dan bebas tuberculosis (TB).
“Dengan kolaborasi seluruh elemen
masyarakat, saya optimis target Eliminasi Tuberkulosis 2030 dapat kita capai
bersama,” ujar Ischak.
Ia meyakini PPTI akan menjadi
mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat penemuan khusus,
meningkatkan keberhasilan pengobatan dan membangun kesadaran masyarakat akan
pentingnya pencegahan tuberkulosis.