Diposting pada 10 May 2026, 20:54 Oleh ZUL
Mekkah – Memasuki hari ke-20 berada di Tanah Suci, jamaah calon haji asal Kabupaten Tegal mulai menjalani rangkaian ibadah dengan intensitas yang semakin tinggi menjelang puncak pelaksanaan haji. Di tengah cuaca panas dan kondisi lingkungan yang berbeda dengan Indonesia, para jamaah diminta lebih menjaga kondisi fisik agar tetap sehat dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Tegal sendiri tahun ini memberangkatkan sebanyak 1.472 jamaah calon haji yang terbagi dalam sejumlah kelompok terbang (kloter). Jumlah tersebut menjadikan Kabupaten Tegal sebagai salah satu daerah dengan kuota jamaah haji terbanyak di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
Laporan tersebut disampaikan salah satu jamaah, Kusnianto, dari Mekkah Al Mukaromah saat mewawancarai tenaga medis pendamping jamaah, Minggu (10/5/2026).
Dokter pendamping jamaah, dr. Intan Rindy dari RSUD Suradadi, menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang cukup signifikan menjadi salah satu penyebab banyak jamaah mengalami gangguan kesehatan ringan, khususnya flu dan batuk.
“Karena perbedaan cuaca, kurang minum, dan kondisi berdebu, sekitar 40 sampai 50 persen jamaah mengalami flu dan batuk,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi jamaah secara umum masih dapat ditangani dengan baik. Tim kesehatan terus memberikan pendampingan serta pengobatan kepada jamaah yang membutuhkan agar aktivitas ibadah tetap dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah kami sudah memberikan obat kepada jamaah yang sakit,” tambahnya.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, tim medis juga terus mengingatkan jamaah untuk menjaga pola istirahat dan mengurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga. Jamaah diminta tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunah secara berlebihan demi menjaga kondisi fisik menjelang puncak haji.
“Kami menghimbau jamaah agar selalu menjaga kesehatan dan mengurangi ibadah-ibadah sunahnya, karena jamaah harus tetap fit untuk menyiapkan tenaga di puncak haji,” jelas dr. Intan.
Suasana Mekkah yang padat dan cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah asal Indonesia. Namun semangat beribadah para jamaah tetap tinggi. Dengan pendampingan tenaga kesehatan serta saling menjaga satu sama lain, jamaah diharapkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.