Diposting pada 24 April 2026, 12:52 Oleh ZUL
Jakarta — Kabar baik
bagi masyarakat pesisir Kabupaten Tegal, khususnya para nelayan di wilayah
pantai utara. Pemerintah Kabupaten Tegal mengusulkan pengembangan Kampung
Nelayan Merah Putih ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai upaya
mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Usulan ini disampaikan
langsung oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam audiensi di Kantor
Sekretariat Jenderal KKP, Jakarta, Kamis (23/04/2026), dan diterima oleh
Sekretaris Jenderal KKP Didit Herdiawan Ashaf.
Dua lokasi yang
diusulkan berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi dan TPI
Larangan. Pengembangan di dua titik ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas
nelayan, mulai dari penangkapan, pelelangan, hingga distribusi hasil laut.
Dengan begitu, hasil tangkapan nelayan bisa lebih mudah terserap pasar dan
memiliki nilai jual yang lebih baik.
Selain itu, kawasan
Purwahamba Indah juga ditawarkan sebagai lokasi pengembangan terpadu berbasis
perikanan dan pariwisata pesisir dengan dukungan lahan sekitar delapan hektare.
Pengembangan ini berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, tidak
hanya di sektor perikanan, tetapi juga pariwisata yang dapat menambah sumber
penghasilan warga pesisir.
Bupati Tegal menegaskan
bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk
menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat langsung bagi nelayan
dan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, diharapkan
berbagai keterbatasan daerah dapat diatasi sehingga pembangunan sektor
perikanan bisa berjalan lebih optimal.
Potensi perikanan
Kabupaten Tegal yang mencakup perikanan tangkap, budidaya, hingga pengolahan
hasil menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, keterbatasan kapasitas fiskal daerah masih menjadi tantangan, sehingga
dukungan dari pemerintah pusat menjadi sangat penting.
Menanggapi hal
tersebut, Sekretaris Jenderal KKP Didit Herdiawan Ashaf menegaskan bahwa
program kementerian merupakan bagian dari prioritas nasional yang harus
memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap menjaga keberlanjutan
sumber daya laut.
Pengembangan kampung
nelayan juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kelautan yang
terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk memperkuat rantai pasok hasil
perikanan. Hal ini penting agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya melimpah,
tetapi juga bernilai ekonomi lebih tinggi.
Selain penguatan sektor
perikanan, pemerintah pusat juga menyiapkan program strategis di wilayah Pantai
Utara Jawa, seperti pembangunan tanggul laut untuk mengatasi abrasi dan banjir
rob yang selama ini kerap dirasakan masyarakat pesisir. Upaya ini diharapkan
dapat memberikan perlindungan sekaligus rasa aman bagi warga yang tinggal di
kawasan pesisir.
Peningkatan produksi
perikanan juga diarahkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis
(MBG), yang sekaligus membuka peluang pasar baru bagi hasil tangkapan nelayan.
Dengan adanya kebutuhan pasokan yang lebih besar, nelayan berpeluang mendapatkan
penghasilan yang lebih stabil.
Ke depan, KKP mendorong Pemerintah Kabupaten Tegal untuk segera menyusun proposal teknis sebagai dasar asesmen lapangan dan penentuan intervensi program yang tepat. Audiensi ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, agar berbagai program yang direncanakan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di wilayah pantura Kabupaten Tegal. (Foto: Bagian Prokompim)