DPUPR Kabupaten Tegal Prioritaskan Perbaikan Jalan Strategis Jelang Lebaran


Diposting pada 18 March 2026, 12:50 Oleh ZUL


Slawi — Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menggenjot pemeliharaan sejumlah ruas jalan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah. Perbaikan difokuskan pada jalur-jalur strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Raharjo, ST, MT, MA, saat ditemui di kantornya, Selasa (17/03/2026), menjelaskan bahwa penanganan jalan saat ini diprioritaskan pada ruas-ruas yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi, terutama yang mendukung arus mudik, arus balik, serta akses menuju kawasan wisata.

“Ruas yang ditangani menjelang Lebaran ini adalah ruas-ruas strategis, termasuk jalur menuju objek wisata Guci. Selain itu, kami juga menangani ruas jalan yang terdampak tanah bergerak seperti di Kalibakung–Clirit/Senggang serta titik Gunungjati pada ruas Batunyana–Danasari,” ujarnya.

Ia menambahkan, bentuk pemeliharaan yang dilakukan saat ini berupa penambalan lubang (patching) menggunakan material coolmix atau aspal siap pakai. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh tenaga DPUPR melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Jalan, Irigasi, dan Penataan Bangunan yang tersebar di enam wilayah Kabupaten Tegal.

“Selain penambalan, khusus untuk ruas di Kalibakung yang terdampak tanah bergerak, kami lanjutkan dengan pengaspalan menggunakan campuran aspal panas (CAP) jenis AC-BC agar kondisi jalan lebih nyaman dilalui dan dapat menghindari antrean maupun kemacetan saat Lebaran,” jelasnya.

Menurut Teguh, ruas-ruas tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur utama yang banyak digunakan masyarakat selama periode libur Lebaran, sehingga perlu mendapat perhatian khusus agar tetap laik dilalui.

Adapun lokasi pemeliharaan jalan saat ini meliputi jalur Trayeman–Ujungrusi–Singkil–Tegalwangi–Grogol (perbatasan Kota Tegal), Balamoa–Pangkah–Bogares, Yamansari–Timbangreja–Kalibakung–Senggang–Karangjambu–Bojong, Banjaranyar–Batuagung–Kalibakung, Babadan–Kedungjati, Suradadi–Bader di jalur Pantura, serta sejumlah jalan di kawasan perkotaan Slawi.

Terkait kondisi jalan dengan tingkat kerusakan berat, Teguh menyebutkan bahwa penanganannya tidak dilakukan menjelang Lebaran karena membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Perbaikan akan dilaksanakan setelah Lebaran dengan konstruksi yang lebih permanen.

“Beberapa contoh pekerjaan pasca-Lebaran antara lain pelebaran jalan ruas Margasari–Jedug dengan anggaran sekitar Rp8 miliar serta peningkatan jalan Dukuhbangsa–Wotgalih dengan konstruksi rigid beton senilai Rp2,9 miliar,” ungkapnya.

Program pemeliharaan jalan ini telah dimulai sejak Sabtu (14/03/2026) dan akan terus dilanjutkan hingga menjelang Lebaran. Setelah masa cuti Lebaran, kegiatan pemeliharaan akan kembali dilanjutkan untuk memastikan kondisi jalan tetap optimal.

Dalam pelaksanaannya, DPUPR melibatkan tenaga UPT serta didukung oleh rekanan penyedia jasa. Hingga saat ini, progres pemeliharaan terus berjalan meski diakui terdapat kendala pada proses pengadaan barang dan jasa.

“Setiap tahun jadwal Lebaran maju sekitar 11 hari. Kami mohon maaf apabila dalam perbaikan jalan masih terdapat keterlambatan akibat proses pengadaan. Namun kami berupaya semaksimal mungkin agar kondisi jalan tetap siap dilalui selama libur Lebaran,” pungkasnya.






Link Pemerintahan


Link Lainnya