Diposting pada 25 February 2026, 18:57 Oleh ZUL
Slawi – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mendorong integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Kota Tegal, Senin (23/02/2026).
Kunjungan
kerja tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Kapolres Tegal
AKBP Bayu Prasatyo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta
pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. Hadir pula para Direktur Jenderal
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Plt. Direktur Utama Perum Perhutani,
serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.
Dalam
sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen
pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di
Kabupaten Tegal.
“Kehadiran
Komisi IV DPR RI menjadi wujud komitmen pemerintah pusat dalam mendukung
penguatan kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di daerah,” ujarnya.
Menurutnya,
penguatan tata kelola kawasan hulu menjadi kebutuhan mendesak, terutama
pascabanjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam Guci dan berdampak
pada infrastruktur serta aktivitas perekonomian masyarakat. Peristiwa tersebut,
kata dia, menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk memperkuat
penanganan risiko hidrometeorologi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Pemerintah
daerah telah melakukan langkah cepat, mulai dari penanganan darurat hingga
normalisasi sungai. Namun, ketangguhan kawasan ini membutuhkan sinergi jangka
panjang dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati menekankan tiga agenda utama, yakni integrasi
pengelolaan lereng Gunung Slamet lintas kabupaten, dukungan terhadap usulan
pembentukan taman nasional, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis
teknologi yang diiringi penataan ulang kawasan wisata dengan mengutamakan aspek
keselamatan pengunjung.
“Kami
mendukung penuh pembentukan taman nasional sebagai langkah strategis untuk
menjaga fungsi ekologis, mencegah alih fungsi lahan, serta memperkuat mitigasi
bencana bagi wilayah penyangga seperti Guci,” imbuhnya.
Menanggapi
hal itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek
Soeharto menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di Guci dan
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan strategi
penanganan dan rehabilitasi.
“Kami
turut prihatin atas musibah yang terjadi di Guci. Kehadiran kami melalui
kunjungan kerja ini sekaligus untuk menginisiasi diskusi bersama pemerintah
daerah dan para pemangku kepentingan guna merumuskan strategi penanganan,
rehabilitasi, serta penguatan mitigasi agar kejadian serupa dapat
diminimalisasi di masa mendatang,” ujarnya.
Selain
pembahasan kebijakan strategis, forum tersebut juga mengulas aspek teknis
pengelolaan kawasan. Diskusi bersama Perhutani dan BKSDA menghasilkan sejumlah
catatan penting, antara lain pengelolaan Pancuran Tiga Belas, tata kelola
sumber mata air panas, serta rencana reboisasi di kawasan Guci.
Sebagai
tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Tegal akan menawarkan skema kerja sama
dengan BKSDA dalam pengelolaan air agar lebih tertata, tetap memenuhi kewajiban
PNBP, serta mengakomodasi kepentingan masyarakat. Skema tersebut direncanakan
melibatkan PDAM sebagai operator.
Mengingat
sumber mata air panas menjadi daya tarik utama wisata Guci, percepatan
penyambungan air menjadi prioritas menjelang Hari Raya Idulfitri guna mendukung
kebutuhan pelaku usaha dan investor. Untuk sementara, akses masuk kawasan
wisata Guci masih digratiskan.
Melalui kunjungan kerja ini, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan Guci yang tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.