Diposting pada 01 April 2026, 10:36 Oleh BN
Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 sebagai bagian dari proses penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan, Selasa (31/3/2026), di Pendopo Amangkurat.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan berbagai usulan pembangunan sekaligus mempertegas prioritas daerah yang akan dijalankan pada tahun perencanaan mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 difokuskan pada percepatan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur dasar yang memadai akan menjadi pondasi utama untuk membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga menetapkan prioritas lain, meliputi pengembangan pariwisata berkelanjutan, penguatan ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Musrenbang ini bukan sekadar forum formalitas, tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, dan memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Hasil dari Musrenbang ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tegal Tahun 2027 bersama DPRD.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memberikan pandangan terkait potensi pengembangan sektor unggulan daerah. Penguatan ekonomi berbasis komunitas, seperti melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dinilai mampu mendorong pemerataan pembangunan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi daerah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,97 persen pada tahun 2025. Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka yang masih berada di angka 7,61 persen menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tangani bersama. Perencanaan pembangunan ke depan harus mampu mendorong terciptanya lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah melakukan verifikasi secara ketat terhadap usulan Musrenbang yang mencapai sekitar Rp 456 miliar, agar program yang ditetapkan benar-benar tepat sasaran di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Dari sisi perencanaan, Kepala Bapperida Kabupaten Tegal Faried Wajdy menjelaskan bahwa penyusunan RKPD dilakukan melalui pendekatan partisipatif dari bawah ke atas. Tercatat sebanyak 1.140 usulan dari tingkat desa yang kemudian diseleksi menjadi 314 usulan prioritas di tingkat kecamatan.
Usulan tersebut didominasi oleh kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya pemerataan pembangunan infrastruktur, penataan kawasan perkotaan, serta pengembangan pariwisata berbasis pengalaman.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus didorong melalui program satu desa satu sarjana dan pemberian beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.
Menutup arahannya, Bupati Tegal mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal pelaksanaan pembangunan daerah.
“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkomitmen agar setiap program yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan arah pembangunan Kabupaten Tegal tahun 2027 dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (Foto : Prokompim Setda Kab tegal)