Larung Sesaji Di Larangan Kramat simbol Sinergisitas Pemkab Nelayan Tokoh Agama


Diposting pada 27 June 2026, 19:20 Oleh JAI


Slawi - Sebagai bentuk rasa syukur dari hasil laut Pantura di Wilayah Kabupaten Tegal, masyarakat Larangan Kecamatan Kramat, menggelar acara tradisi Larung Sesaji. Kegiatan ini digelar masyarakat setempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Larangan Kramat.

Melihat antusiasme masyarakat yang mengunjungi kegiatan tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini, menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi masyarakat sekitar pantai yang banyak berprofesi sebagai nelayan.

Acara yang berlangsung Rabu (24/6/2026) ini, dihadiri oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, kepala perangkat daerah terkait, instansi kelautan, organisasi nelayan, serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat nelayan TPI Larangan yang konsisten menjaga tradisi ini setiap tahun. Menurutnya, Sedekah Laut memiliki esensi mendalam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

Lebih lanjut ?Ischak menambahkan bahwa tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir yang sarat akan nilai gotong royong.

“Ini menjadi simbol kekuatan yang bernilai gotong royong, melibatkan sinergi antara nelayan, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” ujar Ischak dalam sambutannya.

?Ischak menambahkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Sedekah Laut ini. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan membawa keberkahan serta kemanfaatan bagi seluruh masyarakat, khususnya para nelayan.

Menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan, Bupati Tegal Ischak menyampaikan bahwa Pemkab Tegal telah memberikan perlindungan jaminan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 2.000 nelayan setempat guna memitigasi risiko kecelakaan kerja saat melaut.

Selain itu, Pemkab Tegal juga menggelontorkan program ketahanan pangan darurat berupa bantuan beras bagi nelayan yang terdampak musim angin barat, saat intensitas melaut terpaksa menurun akibat cuaca buruk.

Prosesi larung sesaji yang menjadi puncak acara berlangsung khidmat. Ratusan nelayan dan warga memadati kawasan TPI Larangan untuk menyaksikan pelepasan sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah.

Salah seorang nelayan, Sutrisno (52), mengaku selalu mengikuti tradisi Sedekah Laut setiap tahun karena memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat pesisir.

“Alhamdulillah setiap tahun saya selalu ikut Sedekah Laut. Bagi kami nelayan, ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk rasa syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan melalui laut. Semoga para nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Tegal dalam kegiatan tersebut karena dinilai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kehidupan nelayan dan pelestarian tradisi masyarakat pesisir.

Melalui penyelenggaraan Sedekah Laut, masyarakat nelayan berharap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesisir Kabupaten Tegal ini dapat terus terjaga, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antara nelayan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan sektor kelautan dan perikanan daerah.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial dan hiburan, mulai dari pengajian, santunan, pagelaran wayang kulit, hingga hiburan rakyat.






Link Pemerintahan


Link Lainnya