KKN-T IPB Dorong Kemandirian Petani dan Peternak Desa Sokatengah melalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal


Diposting pada 11 August 2026, 10:24 Oleh ZUL


Slawi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong kemandirian petani dan peternak di Desa Sokatengah, Kecamatan Bumijawa, melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati, pupuk organik cair (POC), bumbung parasitoid, serta silase pakan ternak berbahan ampas tahu. Kegiatan dilaksanakan di empat RW dengan melibatkan 104 petani dan peternak, masing-masing di RW 2 Dukuh Krajan pada 19 Juli 2026, RW 1 Dukuh Malar pada 21 Juli 2026, RW 4 Dukuh Senggang pada 24 Juli 2026, dan RW 3 Dukuh Bebek pada 31 Juli 2026.

Program tersebut berangkat dari sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya terkait meningkatnya biaya pupuk, keterbatasan akses terhadap sarana produksi pertanian, serta ketergantungan terhadap pestisida kimia. Di sisi lain, Desa Sokatengah memiliki berbagai sumber daya lokal yang berpotensi dimanfaatkan, seperti kotoran sapi, ampas tahu, sampah dapur, hingga bahan-bahan alami yang dapat diolah menjadi produk pendukung usaha tani dan peternakan.

Pada sektor pertanian, mahasiswa KKN-T IPB memperkenalkan bumbung parasitoid dan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Melalui demonstrasi langsung, petani diajak mengenal pemanfaatan parasitoid sebagai musuh alami hama sekaligus mempraktikkan pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Pemanfaatan musuh alami dan bahan lokal tersebut diharapkan dapat membantu petani menekan biaya pengendalian hama sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia.

Respons positif pun ditunjukkan para peserta. Salah satunya Sri, ia mengaku tertarik untuk langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

"Habis ini mau langsung saya praktikkan," ujarnya usai mengikuti demonstrasi pembuatan bumbung parasitoid.

Selain pengendalian hama, mahasiswa KKN-T IPB juga mengenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kotoran sapi. Limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi pupuk yang dapat digunakan untuk mendukung kesuburan tanah dan tanaman.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai manfaat POC, tetapi juga melihat secara langsung tahapan pembuatannya hingga cara pengaplikasiannya pada tanaman. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan POC diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus membantu menekan ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Sementara itu, pada sektor peternakan, mahasiswa KKN-T IPB memperkenalkan pembuatan silase pakan ternak berbahan ampas tahu. Pemilihan bahan tersebut disesuaikan dengan kondisi Desa Sokatengah yang memiliki sejumlah industri tahu rumahan, sehingga ampas tahu relatif mudah diperoleh dan berpotensi diolah menjadi pakan ternak yang lebih awet.

Silase dapat menjadi alternatif penyimpanan pakan dengan masa simpan yang lebih panjang, terutama ketika ketersediaan hijauan mulai berkurang. Melalui demonstrasi tersebut, peternak diperkenalkan pada proses pembuatan sekaligus ciri-ciri silase yang berhasil dan layak digunakan sebagai pakan ternak.

Anwar salah satu peternak Desa Sokatengah mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai karakteristik silase yang telah berhasil melalui kegiatan tersebut.

"Oh, baunya asam-manis ya kalau sudah jadi. Saya baru tahu," tuturnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua RW 02 Desa Sokatengah, Chozin. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN-T IPB memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya menghadirkan kegiatan, tetapi juga memberikan pengetahuan dan alternatif solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani dan peternak.

"Terima kasih mahasiswa KKN. Berkat bantuan dan ilmu yang dibagikan, warga kami menjadi terbantu karena mengetahui solusi untuk menyelesaikan beberapa tantangan di bidang pertanian dan peternakan," ujarnya saat penutupan kegiatan di RW 02.

Koordinator Desa KKN-T IPB di Desa Sokatengah, Mochamad Azril Vadila, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar bertujuan memperkenalkan teknologi kepada masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan diarahkan untuk mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi dan sumber daya lokal secara mandiri sesuai dengan kondisi serta potensi yang dimiliki desa.

"Semoga praktik hari ini dapat membantu meringankan biaya usaha tani dan menghemat tenaga dalam beternak," pungkasnya.






Link Pemerintahan


Link Lainnya