Diposting pada 08 January 2026, 15:44 Oleh BN/BS
Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin mempertegas komitmen sinergi antar wilayah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat persatuan sosial-budaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan 11 kesepakatan kerja sama strategis dengan nilai transaksi mencapai Rp 833 miliar, sekaligus kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke komunitas transmigran asal Jateng di Lampung.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani dalam acara Malam Ramah Tamah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026). Acara ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, BUMD, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.
Gubernur Lampung menegaskan bahwa hubungan Lampung dan Jawa Tengah tidak hanya bersifat administratif, melainkan dilandasi ikatan emosional dan historis yang kuat melalui transmigrasi.
“Berdasarkan data BPS, sekitar 57 persen penduduk Lampung merupakan suku Jawa, mayoritas berasal dari Jawa Tengah, yang menjadi modal sosial penting bagi pembangunan daerah” ujar Luthfi.
Secara geografis dan ekonomi, Lampung dinilai memiliki keunggulan sebagai gerbang Pulau Sumatera dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara Jawa Tengah dipandang sebagai role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur yang ramah investasi.
Transaksi kerja sama senilai Rp 833 miliar tersebut mencerminkan kuatnya keterhubungan rantai pasok antara Jawa dan Sumatera, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah akan semakin optimal ketika pemerintah, BUMD, dan dunia usaha bergerak seiring.
Berikut 11 butir kesepakatan kerjasama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah :
Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang SMK
?Fasilitasi Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan
?Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT)
?Peningkatan Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan
?Pengembangan Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa)
?Kerjasama Perdagangan Penyediaan Komoditas
?Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan
?Kerjasama Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka
?Kemitraan Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang)
?Kerjasama Perdagangan Multi Komoditas
?Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas provinsi dan keterlibatan sektor swasta melalui skema Business to Business (B2B) untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Ia juga menekankan peran kepala daerah sebagai “manajer pemasaran” daerah dalam menarik investasi serta pentingnya keselarasan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat.
Dalam acara yang sama, Bupati Ischak Maulana Rohman berkesempatan memaparkan Potensi yang ada di Kabupaten Tegal. Mulai dari, potensi Industri, UMKM, Wisata, Kuliner hingga Pertanian.
“Dari industri kami punya sentra produsen Teh, pariwisata kami memiliki Guci dengan air panas alamnya, hingga tahu aci dan martabak di kulinernya”, ujar Ischak.
Dengan adanya pemaparan tersebut, kabupaten Tegal siap menjadi bagian dari kolaborasi 11 butir kesepakatan kerjasama antara Provinsi Jawa Tengah dan Lampung.
Kemudian, sebagai penguatan ikatan historis dan sosial, sehari setelah penandatanganan kerja sama, Gubernur Ahmad Luthfi mengunjungi Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). Desa tersebut merupakan salah satu lokasi awal transmigrasi warga Jawa Tengah ke Lampung sejak tahun 1905.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh warga setempat yang mayoritas masih mempertahankan adat, bahasa, dan nilai budaya Jawa. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap kerja sama antardaerah dapat membawa manfaat nyata, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Gubernur Jawa Tengah menyampaikan kebanggaannya melihat kondisi masyarakat transmigran yang telah hidup makmur dan berpesan agar warga terus menjaga harmoni dengan masyarakat setempat, sejalan dengan falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Melalui penguatan kerja sama strategis dan peneguhan ikatan sejarah transmigrasi, sinergi antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menjaga persatuan dalam keberagaman. (BN/BS)