Diposting pada 10 July 2026, 11:36 Oleh IP
SLAWI - Pemerintah
Kabupaten Tegal kembali menggelar acara tahunan Sedekah Waduk Cacaban di Daerah
Tujuan Wisata (DTW) Waduk Cacaban, Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng,
Kabupaten Tegal, Kamis (09/07/2026).
Bupati Tegal Ischak Maulana
Rohman menyampaikan, Sedekah Waduk Cacaban bukan sekadar agenda budaya tahunan,
tapi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dan sumber
kehidupan yang diberikan melalui Waduk Cacaban.
“Waduk Cacaban ini sangat penting
dalam hal sumber pengairan irigasi sawah, perikanan dan menjadi salah satu ikon
wisata Kabupaten Tegal,” ujar Ischak.
Ia menambahkan, keberlangsungan tradisi
sedekah Waduk Cacaban hingga saat ini menjadi salah satu contoh wujud
kebersamaan pemerintah daerah dengan masyarakat karena didalamnya ada peran Pokdarwis, tokoh agama, tokoh masyarakat,
pelaku seni budaya dan UMKM.
Pemerintah Kabupaten Tegal terus
meningkatkan fasilitas yang ada di DTW Waduk Cacaban, saat ini fasilitas di
Waduk Cacaban sudah ada jogging track, gardu pandang, dan kapal – kapal wisata
yang semakin baik.
“Tahun ini akan ada pembangunan camping
ground untuk berkemah dengan pemandangan
Waduk Cacaban, lengkap dengan fasilitasnya,” ujarnya.
Ischak berharap melalui acara Sedekah
Waduk Cacaban bisa menarik pengunjung semakin banyak untuk datang,, sehingga
bisa membaeri dampak positif bagi pelaku UMKM dan para pedagang di Kawasan wisata
Waduk Cacaban.
Sementara itu, Kepala Dinas
Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal Mujahidin menyampaikan, Sedekah
Waduk Cacaban merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan
menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kabupaten Tegal. tradisi
tersebut tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi
sarana memperkuat daya tarik wisata budaya daerah.
Ia menjelaskan, rangkaian Sedekah Waduk Cacaban Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, mulai Rabu – Kamis, 8- 9 Juli 2026. Meliputi lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak, doa bersama dan pengajian umum, lomba memancing, lomba jalan ikan, prosesi Sedekah Waduk Cacaban dan larung kepala kerbau, penyerahan hadiah, hiburan masyarakat, hingga pentas kesenian tradisional.
“Puncak acara ditandai dengan
prosesi adat yang diawali doa bersama, dilanjutkan perebutan gunungan teh
berisi produk lokal khas Kabupaten Tegal sebagai simbol harapan akan keberkahan
dan kemakmuran. Setelah itu, dilakukan prosesi larung sesaji berupa kepala
kerbau di tengah perairan Waduk Cacaban,” ujar Mujahidin.