Diposting pada 03 November 2025, 15:28 Oleh BN
Slawi - Sebagai bentuk peningkatan kapasitas pengelola program percepatan pencegahan dan penurunan stunting (P3S), Pemerintah Kabupaten Tegal melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi Tim P3S di 287 Desa/Kelurahan, Senin (03/11/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sekretariat TP3S Kabupaten
yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana(DP3AP2&KB) yang dibagi dalam 6 gelombang dimulai tanggal tanggal 29, 30 Oktober, dan 3, 5, 6,10 November 2025 bertempat
di ruang rapat Dinas P3AP2&KB.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada
TP3S desa/kelurahan tentang sinergi perencanaan, dukungan anggaran dana desa
serta strategi komunikasi perubahan perilaku untuk mendukung target penurunan
stunting sesuai dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
sebesar 15% di tahun 2029.
Titis Cahyaningsih selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas P3AP2&KB, menyampaikan
bahwa upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan oleh Tim
Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)
Kabupaten Tegal tahun 2021 – 2024 telah memberikan dampak cukup signifikan
dalam capaian penurunan stunting.
“Pada tahun 2021 angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal
sebesar 28% tahun 2024 turun menjadi 15,9% akumulasi penurunan sebesar 12,1%.
Hal ini berkat dukungan semua pihak mulai dari TPPS Kabupaten, TPPS Kecamatan
dan TPPS Desa/Kelurahan, serta dukungan ormas, dunia usaha, perguruan tinggi
dan media” ujar Titis Cahyaningsih.
Sesuai dokumen rencana pembangunan jangka menengah nasional
(RPJMN) tahun 2025 – 2029 pemerintah menargetkan angka stunting turun di 14,4%
pada tahun 2028. percepatan pencegahan
dan penurunan stunting tahun 2025 – 2029.
Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan dokumen strategi nasional percepatan pencegahan penurunan stunting, di mana ada 6 (enam) pilar untuk mencapai target tersebut.
Sesuai hasil evaluasi percepatan penurunan stunting tahun
2021 – 2024 upaya penanganan pada balita yang sudah stunting hanya memberikan
kontribusi sebesar 10% saja, sehingga strategi pemerintah ke depan lebih
dititikberatkan pada upaya pencegahan.
Turut hadir narasumber pada kegiatan ini yaitu Bambang
Rudihatono selaku District Officer Kabupaten Tegal Stunting 2.0 dari Yayasan
Satu Karsa Karya mitra dari Tanoto Foundation dan Cecilia Sri Rahayu Penata
Kependudukan DP3AP2KB.
Dimana dari kolaborasi tersebut, harapannya dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman serta mampu mengkoordinasikan kegiatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di desa /kelurahan.