♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Info Bidang Pendidikan

Dampak dari adanya penggabungan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tegal dalam kurun waktu 5 tahun, dapat kita lihat pada jumlah SD dan gabungan SD/MI. Tercatat pada tahun 2011 jumlah SD/MI sebayak 913 unit (164 MI dan 749 SD), dan di tahun 2015 ini menurun menjadi 892 unit (167 MI dan 725 SD). Sementara itu, jumlah SMP/MTs mengalami kenaikan dari tahun 2012 ke 2013, yaitu dari 161 unit menjadi 163 unit. Di tahun 2014, 2015 dan 2016 jumlahnya terus bertambah menjadi 163, 164 dan 165 unit SMP/MTs. Pada jenjang SMA/MA/SMK, dalam lima tahun terakhir jumlahnya mengalami peningkatan, dari sebanyak 101 unit ditahun 2012 menjadi 100 unit pada tahun 2013. Tahun 2014 naik menjadi 101 unit, tahun 2015 menjadi 103 unit, dan tahun 2016 menjadi 102 unit. Jumlah SMA/SMK/MA dari tahun ke tahun relatif tetap. Khusus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertambah sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong tumbuh dan berkembangnya pendidikan kewirausahaan. Tercatat jumlah SMK di Kabupaten Tegal dari tahun 2012-2014 sebanyak 61 unit, pada tahun 2015 menjadi 63 unit, dan tahun 2016 turun sedikit menjadi 62 unit.

Selain ketersediaan sarana, prasyarat penting bagi berlangsung aktivitas pendidikan adalah peserta didik dan pendidik. Dalam lima tahun terakhir antara pendidik dan peserta didik berbanding lurus pertambahannya. Dalam arti pertambahan siswa selalu diikuti dengan pertambahan guru, meskipun belum sepadan. Rasio guru terhadap murid untuk Pendidikan Dasar (SD dan SMP) mengalami kenaikan. Jika di tahun 2011 rasionya  1:24 maka di tahun 2016 turun menjadi  1:16. Sementara untuk Pendidikan Menengah (SMA dan SMK) rasio guru dengan murid justru mengalami penurunan. Jika di tahun 2011 rasionya 1:18 maka di tahun 2013 rasionya turun menjadi 1:32. Penurunan ini menunjukkan bahwa pertambahan siswa di SMA dan SMK tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah guru. Efektivitas keberlangsungan proses belajar mengajar berpengaruh terhadap angka kelulusan.

Salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam bidang pendidikan dipengaruhi dengan keberhasilan tingkat partisipasi masyarakat, tercatat Angka Partisipasi Sekolah pada tingkat Pendidikan Dasar dalam kurun waktu 5 (empat) tahun terakhir (2012-2016) adalah sebagai berikut: 109,20%, 110,30%, 113,80%, 93,80% dan 115,8%; sedangkan pada tingkat Pendidikan Menengah menunjukkan kinerja menggembirakan, sebagaimana tercatat dalam data tahun 2012-2016 yaitu 47,10%, 52,40%, 78,50%, 56,7% dan tahun 2016 meningkat cukup tinggi menjadi 106,4%. Selain angka partisipasi sekolah dapat dilihat juga Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM). APK pada jenjang SD/MI dari tahun 2012-2016 terlihat selalu naik, sebagaimana dalam rekam data berikut yaitu: 109,20%; 107,90%; 109,71%; 109,40% dan 109,41 %. APK pada jenjang SMP/MTs terlihat fluktuatif, berturut-turut yaitu: 95,14%; 95,48%; 94,28%; 94,28% dan 90,65%. Sementara itu APM pada jenjang SD/MI dari data 2012-2016 menunjukkan tren yang positif, berturut-turut yaitu: 97,38%; 97,11%; 96,64%; 94,64% dan 99,7%. APM pada jenjang SMP/MTs berturut-turut cukup baik, yaitu sebesar: 89,45%; 89,48%; 88,95; 88,95% dan 90,42%.

Pendidikan merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi besaran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai tolok ukur kinerja pembangunan daerah. Capaian IPM Kabupaten Tegal diperoleh dari kontribusi bidang pendidikan, yaitu dari Angka Melek Huruf berdasarkan data 2012-2016 berturut-turut sebesar: 86,70%; 67,50%; 88,80%; 89,10% dan 89,02%. Di samping itu Angka Lama Sekolah juga mempunyai andil terhadap IPM, tercatat pada tahun 2012-2016 berturut-turut menunjukkan tren positif yaitu sebesar: 6,56 thn; 6,60 thn; 6,62 thn; 6,84 thn dan 6,90 thn. Untuk mengawal keberhasilan pembangunan bidang pendidikan tersebut tantangan Pemerintah Daerah adalah menekan Angka Putus Sekolah dan Angka Buta Huruf. Dari tahun 2012-2016 masih ada tanggungan angka putus SD berturut-turut sebanyak: 1,24%; 0,40%; 0,21%; 0,20% dan 0,13%. Angka putus SMP: 1,87%; 1,82%, 0,73%; 1,03% dan 0,60%. Sedangkan Angka Buta Huruf  berturut-turut dari tahun 2011-2015 sebesar: 13,30%; 12,50%; 11,20%; 10,90% dan 8,20%. Angka buta huruf yang perlu disikapi, agar ke depan semakin berkurang. Dalam hal ini, Pemerintah Daerah masih menerapkan kebijakan pendidikan gratis untuk memacu minat dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk dapat bersekolah. Kebijakan tersebut lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu yang selama ini terkendala oleh faktor ekonomi.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Kabupaten Tegal Tahun 2016 (Cetak Th 2017)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 9.850 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.350 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 12.700 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 24.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.200 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Selasa, 16 Mei 2017