♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan dan Peternakan

 

Pada tahun 2010 Kabupaten Tegal merupakan salah satu daerah yang memperoleh penghargaan dari Presiden RI atas keberhasilannya dalam meningkatkan produksi padi/gabah yang mencapai 368.458,57 ton gabah. Pada tahun 2011 total produksi padi menjadi sebanyak 341.480,33 ton gabah. Pada tahun 2012 produksi menurun sedikit menjadi 341.006,95 ton gabah, dan sempat turun di tahun 2013 menjadi 211.543,00 ton sebelum naik lagi di tahun 2014 menjadi 317.821,02 ton. Pada tahun 2015 hanya mengalami sedikit kenaikan yaitu 317.821,16 ton. Selain padi, tanaman pangan lain produksinya bervariasi. Untuk komoditas jagung dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan. Dari tahun 2011 hingga 2015 penurunan produksinya dapat dilihat dari angka berikut, 165.650,18 ton, 118.876,00 ton, 117.538,00 ton, 114.343,67 ton dan 90.420,82 ton. Produksi kacang kedelai juga mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2011 (209 ton), naik pada tahun 2012 menjadi sebanyak 476 ton, di tahun 2013 menjadi 408 ton, di tahun 2014 sebanyak 59 ton, dan menurun hanya menjadi 55,45 ton saja di tahun 2015

Pada sub sektor kehutanan, dapat diinformasikan bahwa hasil Hutan Non HPH pada tahun 2011-2014 di Kab. Tegal berupa kayu bulat dengan volume berturut-turut sebesar: 9.467,31 m³; 8.960,75 m³; 11.410,11 m³ dan 11.410,11 m³, sedangkan produksi kayu gergajian pada periode 2010-2014 juga berturut-turut: 1,23 m³; 7,69 m³; 0,51 m³ dan 0,51 m³.

Sementara itu, luas kawasan hutan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2011-2015) tidak mengalami pengurangan, yaitu seluas 4.195,38 Ha dan luas kawasan bukan hutan 4.815,96 Ha.  Luas lahan produktif pada tahun 2015 seluas 50.696 ha, luas lahan hutan rakyat pada tahun 2015 seluas 1.167 ha, sedangkan luas ruang terbuka hijau 8,40 ha. Persoalan di bidang kehutanan yang perlu diwaspadai dan diantisipasi adalah kebakaran hutan, sebab kebakaran hutan pada tahun 2010-2013 berturut-turut sebanyak: 88,6 ha ; 68,3 ha, 225 ha. Namun pada tahun 2014 tidak terjadi kebakaran hutan.

Pada sub sektor kelautan dan perikanan, khususnya menyangkut perikanan laut jumlah tangkapan cenderung fluktuatif, tercatat jumlah tangkapan ikan pada tahun 2010 sebanyak 219,75 ton, pada tahun 2011 mencapai 606 ton, pada tahun 2012 meningkat tajam hingga mencapai 1.188 ton ikan laut, dan pada tahun 2013 menurun hingga mencapai 411,5 ton ikan laut. Pada tahun 2014 jumlah tangkapan ikan meningkat lagi mencapai 479,20 ton. Penurunan hasil tangkapan tersebut selain karena faktor berkurangnya populasi ikan, juga faktor iklim yang kurang mendukung dan jumlah kapal penangkap ikan semakin berkurang. Tercatat dalam kurun waktu lima terakhir (2010-2014) jumlah kapal penangkap ikan berturut-turut: 364 kapal; 364 kapal, 366 kapal, 378 kapal dan 464 kapal. Sementara jumlah produksi perikanan darat, khususnya hasil tambak dari tahun 2010-2014 mengalami penurunan yaitu: 234.597 ton; 131.058 ton; 150.768 ton dan 7.879 ton; 148,73 ton. Untuk kolam air deras untuk jumlah produksi ikan mas tahun 2010 sebanyak 4.383 ton, tahun 2011 sebanyak 7.080 ton, tahun 2012 sebanyak 6.931 ton dan tahun 2013 sebanyak 2.900 ton, untuk tahun 2014 sebanyak 3.100 ton.

Pada sub sektor peternakan, jenis ternak yang dibudidayakan di Kabupaten Tegal adalah ternak besar (sapi potong dan sapi perah) dan ternak kecil. Jumlah populasi sapi potong dari tahun 2011-2015 berturut-turut fluktuatif, yaitu: 10.682 ekor; 11.594 ekor; 11.899 ekor dan 9.913 ekor; dan 10.007 ekor sapi potong dengan jumlah pemotongan berturut-turut sebanyak: 6.928 ekor, 7.942 ekor; 3.970 ekor dan 3.629 ekor; 5.135 ekor pertahun. Sedangkan populasi sapi perah dari tahun 2011-2015 berturut-turut cenderung fluktuatif, yaitu 214 ekor; 199 ekor; 199 ekor; 197 ekor dan 227 ekor, dengan produksi susu mencapai: 369,79 liter; 600 liter; 300 liter; 165.573 dan 337.500 liter/tahunnya.

Sama halnya dengan ternak besar, jumlah populasi ternak kambing di tahun 2011 sebanyak 65.866 ekor, di tahun 2012 bertambah menjadi 67.933 ekor, di tahun 2013 menjadi 68.270 ekor, 69.992 ekor di tahun 2014 dan meningkat menjadi 71.612 ekor di tahun 2015. Pertambahan populasi terjadi pula pada ternak domba di tahun 2011 sebanyak 165.589 ekor, bertambah menjadi 167.192 ekor pada tahun 2012; pada tahun 2013 menjadi 167.821 ekor; 171.117 ekor ditahun 2014 dan meningkat menjadi 173.458 ekor ditahun 2015. Untuk jenis ternak unggas yang berkembang cukup baik adalah ternak ayam, seperti ayam buras di tahun 2011  sebanyak 2.331.405 ekor, pada tahun 2012 menurun menjadi 2.329.133 ekor, tahun 2013-2014 sebanyak 2.329.133 ekor, dan di tahun 2015 meningkat menjadi 2.363.530 ekor. Sementara ayam petelur pada tahun 2011 sebanyak 234.700 ekor dengan produksi telor 5.400 ton/thn, tahun 2012 naik menjadi 547.350 ekor dengan produksi telor 10.580 ton/thn, akan tetapi pada tahun 2013 tetap 547.350 ekor dengan produksi telor mencapai 10.560 ton/tahun, pada tahun 2014 naik menjadi 547.400 ekor dengan produksi telor mencapai 10.640 ton/tahun dan pada tahun 2015 bertambah menjadi 597.000 ekor dengan produksi telur mencapai 3.217 ton/tahun. Sedangkan ayam pedaging menunjukkan tren yang positif, tercatat pada tahun 2011 berjumlah 3.214.213 ekor dengan produksi daging ayam sebanyak 1.607,1 ton/thn, serta di tahun 2012 mencapai 3.030.850 ekor dengan jumlah produksi daging mencapai 4.015 ton/thn, sedangkan di tahun 2013 mencapai 1.514.425 ekor dengan jumlah produksi daging mencapai 2.007.500 ton/thn. Pada tahun 2014 ayam pedaging naik menjadi 3.625.000 ekor dengan produksi daging 1.510.417 ton/thn dan pada tahun 2015 mengalami kenaikan lagi sebanyak 4.217.702 ekor dengan produksi daging 3.843 ton/tahun. Sementara ternak itik pada tahun 2011 sempat menjadi unggulan Kab. Tegal dengan jumlah populasi mencapai 108.766 ekor, pada tahun 2012 mencapai 118.347 ekor dan pada tahun 2013 mencapai 119.059 ekor, pada tahun 2014 mencapai 124.642 ekor dan pada tahun 2015 meningkat mencapai 126.221 ekor.

Pada sub sektor perkebunan, tidak banyak jenis tanaman perkebunan di Kabupaten Tegal yang bisa dijadikan unggulan. Bahkan sebagai produsen teh, Kabupaten Tegal tidak memiliki perkebunan teh dengan luasan yang memadai, dalam kurun waktu lima tahun cenderung fluktuatif, tercatat tahun 2011 dengan luas areal 129,98 ha memproduksi 61,27 ton; tahun 2012 luas areal 157,97 ha memproduksi 60,40 ton, tahun 2013 dengan luas areal 157,97 ha menghasilkan jumlah produksi teh sebanyak 52,8 ton dan di tahun 2015 dengan luas area 162,93 ha menghasilkan jumlah produksi teh sebanyak 32.66 ton. Ini menunjukkan bahwa perusahaaan/pabrikan teh yang ada di Kab. Tegal pemasok tehnya diambil dari daerah lain. Produk perkebunan yang lain seperti tanaman tebu, meskipun dalam empat tahun belakangan ini jumlah produksinya cenderung turun, yaitu sebanyak 20.029,17 ton dengan areal 5.365,79 ha di tahun 2011, pada tahun 2012 dengan luas areal 5.029,90 ha menghasilkan 21.789,14 ton gula dan pada tahun 2013 dengan luas areal 5.678,88 ha menghasilkan 8.892,76 ton gula dan di tahun 2015 dengan luas area 3.450,72 ha menghasilkan 15.512,56 ton gula. Usaha perkebunan tebu ini masih diminati masyarakat, untuk memenuhi pasokan dua buah pabrik gula yang hingga saat ini masih beroperasi, yaitu PG Jatibarang dan PG Pangkah. Sedangkan produksi komoditas perkebunan yang lain berupa kopi robusta, kopi arabika, kakao, kapuk, cengkeh dan kelapa yang masih dimungkinkan untuk dapat dikembangkan, tecatat produksi kelapa pada tahun 2011 dengan luas areal 2.530,8 ha memproduksi 1.878,7 ton, tahun 2012 dengan luas areal 2.473,1 ha mampu memproduksi 2.462,6 ton kelapa dan tahun 2013 dengan luas areal 4.616,80 ha mampu memproduksi 1.299,37 ton kelapa dan di tahun 2015 dengan luas area 3.988,08 ha mampu memproduksi 1.482,88 ton kelapa.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Kabupaten Tegal Tahun 2015 (Cetak Th 2016)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 8.500 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 8.000 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 12.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 26.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.700 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 23 Maret 2017