♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Kesehatan

Jumlah sarana pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Tegal dalam 5 tahun terakhir tidak mengalami perubahan yang berarti. Sejak tahun 2013 Kabupaten Tegal memiliki puskesmas induk sebanyak 29 unit, puskesmas pembantu sebanyak 64 unit dan puskesmas keliling sebanyak 30 unit, serta Poliklinik sejumlah 30 unit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduknya dalam kurun waktu lima tahun berkisar pada angka 0,07%-0,08%. Jumlah posyandu di tahun 2012 sebanyak 1.495 unit, dan tahun 2013 dan tahun 2014 menjadi 1.517 unit, dan pada tahun 2015 dan 2016 masih tetap 1.517 unit. Dari data tersebut dapat diketahui rasio posyandu per satuan balita selama kurun waktu lima tahun  (2012-2016) cenderung naik, yaitu berturut-turut: 1,09%, 1,16%, 1,18%, 1,35%, dan tetap 1,35% pada tahun 2016. Untuk jumlah Poskesdes, tahun 2012 terdapat 197 unit, tahun 2013 dan 2014 sebanyak 201 unit, sedangkan 2015 dan tahun 2016 tetap sebanyak 201 unit. Untuk pelayanan kesehatan sekunder dan tersier di Kabupaten Tegal tahun 2014 terdapat 1 rumah sakit umum daerah tipe B, 1 rumah sakit umum daerah tipe D, 2 rumah sakit swasta tipe C, dan 1 rumah sakit swasta tipe D. Dengan demikian rasio rumah sakit per satuan penduduk tahun 2016 adalah 0,0003%. Agar pelayanan kesehatan terjangkau oleh masyarakat,

Pemerintah Daerah sejak tahun 2014 menyediakan sarana/fasilitas kesehatan di tingkat Desa, melalui pembentukan Desa Siaga sebanyak 287 unit. Rumah Bersalin dari tahun 2012-2013 sebanyak 19 unit, sedangkan tahun 2013 dan 2014 naik menjadi 21 unit. RS Bersalin (RS Khusus) berjumlah 21 unit di tahun tahun 2015. Jumlah Klinik Praktek Dokter dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir cenderung turun, tercatat di tahun 2012 terdapat 157 unit. Sedangkan d tahun 2013 dan 2014 mengalami sedikit kenaikan menjadi 160 dan 172 unit sedangkan di tahun 2015 tetap terdapat 172 unit dan di tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 174 unit.

Kondisi kesehatan masyarakat antara lain dapat diketahui dari jumlah balita kurang gizi, jumlah orang kurang gizi, angka kelangsungan hidup bayi, tingkat kematian bayi (IMR), tingkat kematian ibu (MMR) dan rata-rata jumlah penduduk yang sakit. Jumlah balita kurang gizi pada tahun 2012 sebanyak 55 bayi dan pada tahun 2013 mengalami peningkat menjadi 1.622 bayi. Di tahun 2014 melonjak menjadi 1.441 bayi, di tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 87 orang dan pada tahun 2016 mengalami kenaikan kembali menjadi 952.

Dalam pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan, pemerintah daerah dihadapkan pada persoalan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, baik tenaga medis maupun paramedis. Dapat diiinformasikan bahwa, jumlah dokter umum dan perawat terus mengalami peningkatan. Pada tahun tahun 2012 jumlah dokter umum sejumlah 109 orang dan di tahun 2013 terjadi lompatan yang tinggi menjadi 115 orang. Di tahun 2014 dan 2015 jumlahnya tetap menjadi 115, pada tahun 2016 meningkat lagi menjadi 145 Dokter Umum. Jumlah dokter spesialis dari tahun 2012 sebanyak 20 orang dan di tahun 2013 naik menjadi 30 dokter spesialis, di tahun 2014-2015 sebanyak 35 orang dan di tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 47 dokter spesialis. Sementara itu, jumlah perawat juga cenderung bertambah. Dari tahun 2012-2013 berturut-turut jumlahnya 312 orang, di tahun 2014-2015 sebanyak 762 orang dan di tahun 2016 menurun menjadi 737 orang. Dari data tersebut nampak bahwa perbandingan antara jumlah dokter umum dan jumlah penduduk yang dilayani sangat tidak memadai dan jauh dari harapan. Pada tahun tahun 2012 angka perbandingannya 1:12.846 orang, di tahun 2013 angka perbandingannya 1:12.846 orang, dan di tahun 2014 angka perbandingannya 1:13.806 orang, di tahun 2015 perbandingannya menjadi 1:12.349 orang, sementara di tahun 2016 perbandingannya menjadi 1:76.979.

Untuk mengurangi angka kematian bayi dan angka kematian ibu, Pemerintah Kabupaten Tegal terus berupaya meningkatkan jumlah tenaga kesehatan bidan desa. Dengan harapan, selain bidan desa menjadi ujung tombak dalam pelayanan persalinan, juga dapat berperan mendorong kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat. Seiring dengan tersedianya sarana pendidikan kebidanan di Kabupaten Tegal, jumlah bidan desa cenderung meningkat. Bidan desa pada tahun 2012 berjumlah 432, tahun 2013 berjumlah 421, tahun 2014 menjadi 420 orang dan pada tahun 2015 turun 397 orang, sedangkan pada tahun 2016 tetap pada 397 orang. Dengan bertambahnya jumlah bidan desa itu, maka kurang lebih 98,58% desa di Kabupaten Tegal telah terlayani oleh bidan desa.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Tahun 2016 (Cetak Th 2017)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 9.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.000 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 10.950 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 29.700 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 31 Agustus 2017