♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Home | Artikel | PERSIAPAN MASYARAKAT DALAM WACANA PEMERATAAN KEPESERTAAN FKTP SESUAI PERBAN NO 1 TAHUN 2017
2017-05-10 16:34:02

Oleh : Afiati Hary Kresnawati *)

Barangkali kita pernah menjumpai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan teman atau saudara kita tiba-tiba berubah dari semula terdaftar pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya menjadi terdaftar sebagai peserta pada fasilitas kesehatan yang berbeda. Tentunya hal itu sangat mengejutkan dan merepotkan peserta jika tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomer 1 Tahun 2017 tampaknya fenomena tersebut akan lebih banyak terjadi karena BPJS Kesehatan berwacana untuk melaksanakan pemerataan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

FKTP dengan pembayaran model prospektif payment system seperti yang selama ini dilaksanakan (pembayaran dimuka atau kapitasi) akan memungkinan adanya moral hazard  (kesengajaan supaya menguntungkan bagi provider) melalui modus undertreatment atau rendahnya mutu pelayanan yang diberikan karena banyaknya  jumlah pasien sebagai ekses utilisasi (kunjungan) di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan banyaknya kunjungan pasien maka pemeriksaan yang dilakukan akan mendapat respon time yang singkat karena harus dilaksanakan pemeriksaan dalam satu paket sekaligus antara anamnese, mendiagnosis dan tindakan sehingga memicu kekurangsempurnaan dalam mutu pelayanan.

Real konsepnya, bahwa FKTP dengan utilisization review / kunjungan (diprediksikan utilisasi 15%) dengan 25 hari kerja, per hari diasumsikan 6 jam kerja dimana 1 pasien diperiksa dokter dengan respon time 15 menit (supaya dokter tidak hanya pegang-pegang saja) maka diperoleh angka perbandingan 1 : 5000 (1 dokter dengan 5000 peserta). Angka perbandingan tersebut tanpa memandang fasilitas kesehatan baik milik pemerintah maupun milik swasta (selama ini dianggap lebih memanjakan instansi pemerrintah).

Dengan asumsi 15 menit per pasien maka Peserta diberi kesempatan untuk berkontak lebih lama dengan dokter yang mana hal itu sulit akan terjadi pada fasilitas kesehatan dengan perbandingan jumlah dokter : pasien lebih dari 1:5000, hal ini mengingat tanggung jawab dokter puskesmas tidak hanya kuratif tetapi juga preventif dan promotif yang dikhusukan dalam rangka pencegahan penyakit katastrofik (JKN bernafaskan kuratif). Pada era JKN, dokter menjadi tumpuan norma KBK (Kapitasi berbasis Komitmen maupun basis Kinerja) baik dari rasio dokter : peserta, angka kontak, prolanis, maupun rujukan non spesialitik. Termasuk juga dokter dibebankan untuk komunikasi dan mendampingi pemegang program kesehatan (preventif promotif untuk penyakit yang katastrofik) seperti Posyandu, Bias, HIV, IMS, TB, prolanis, Jiwa, IVA dsb. yang mana sejalan dengan konsep dokter pada layanan primer untuk menekan angka kesakitan dan kematian seminimal mungkin, ataupun mendeteksi dini penyakit kritis sehingga kalaupun harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTP/ Rumah Sakit) masih dapat diatasi penyakitnya (rendah severity/keparahannya).

Pemanfaatan Pelaksanaan pemindahan peserta dilakukan dengan pertimbangan :a) Rasio jumlah peserta dan dokter, b) Wilayah yang sama atau berdekatan dan c) Rekomendasi dari Dinas  Kesehatan Kabupaten/ Kota setelah berkoordinasi dengan asosiasi fasilitas kesehatan (Paguyuban Kepala Puskesmas sebagai contoh maupun ADINKES) dengan organisasi Profesi dalam hal ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI). BPJS Kesehatan diharapkan tetap menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Asosiasi Fasilitas Keseahatan, maupun Organisasi Profesi dalam pemetaan kepesertaan yang akan berlangsung nanti.

Meskipun demikian sebagai peserta memiliki beberapa hal yang menjadi catatan sebagai hak peserta yaitu ; peserta berhak mendapat sosialisasi atas rencana perpindahan kepesertaan tersebut paling lambat 2 (dua) bulan sebelum perpindahan dengan mempertimbangkan pilihan peserta, keterbatasan maupun pemerataan sebaran jumlah fasilitas kesehatan,dengan keterbatasan sarana prasarana serta pertimbangan faskes wilayah terdekat. juga peserta dapat mengajukan keberatan ke Kantor Layanan Operasional Kabupaten/ Kota setempat dengan pertimbangan yang cukup dapat dipertanggung jawabkan.

Berdasarkan kenyataan dan Peraturan Hukum tentang pemerataan yang baru terbit tersebut, maka peserta diharapkan dapat mengerti jika sewaktu-waktu mendapat sosialisasi mengenai pemindahan ke FKTP lain yang berdekatan dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, sedangkan bagi FKTP sendiri dipandang perlu untuk menyesuaikan (menambah) jumlah dokter sehingga sesuai dengan perbandingan ideal antara dokter dengan peserta 1 : 5000 peserta sampai dengan tahun 2019 seperti yang tergambar pada tabel berikut.

ROAD MAP PEMERATAAN PESERTA DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) 2017-2019

No

Tahun

Kriteria

1

2017

a.     Puskesmas dengan jumlah peserta > 30.000 dan rasio dokter 1 : > 10.000 peserta

b.     FKTP swasta dengan jumlah peserta > 15.000 rasio dokter 1:>15.000 peserta

2

2018

a.    Puskesmas dengan jumlah peserta >20.000 rasio dokter 1:>7.500 peserta

b.    FKTP swasta dengan jumlah peserta >15.000 rasio dokter 1:>5.000 peserta

3

2019

Puskesmas dan FKTP swasta dengan jumlah peserta >15.000 dan rasio dokter 1:>5.000 peserta

Melalui penyampaian ini diharapkan masyarakat peserta BPJS Kesehatan baru maupun lama mengetahui maksud wacana perpindahan peserta yaitu untuk mendapatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih paripurna dan optimal melalui pemerataan kepesertaan, demikian juga dengan jajaran terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota, Asosiasi Fasilitas Kesehatan dan Organisasi Profesi untuk bersiap membantu dalam pemetaan kepesertaan serta melaksankan sosialisasi oleh BPJS Kesehatan minimal dua bulan sebelum pemindahan peserta. Semoga dengan pemerataan kepesertaan ini akan semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masyarakat.

 

*) Penulis lulusan Magister Manajemen Pembiayaan dan Asuransi Kesehatan, bekerja di RSUD Suradadi.

Artikel Lainnya

Oleh  Toto Subandriyo
Pengajar Mata Kuliah Perilaku dan Budaya Organisasi
Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Miris rasanya mengikuti perkembangan berita pengungkapan praktik korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir terhadap para penyelenggara negara. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun ini terhadap Bupati Klaten Sri Hartini rupanya tidak serta merta membuat nyali para koruptor ciut. Alih-alih merasa ciut dan jera, peristiwa serupa justru terulang dan terulang lagi di kemudian hari. OTT lagi, OTT lagi...

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM  *)

Era globalisasi seperti sekarang ini semakin memudahkan kita dalam mengkonsumsi berbagai makan dan minuman yang mengandung karbohidrat, mengandung kalori dengan jumlah yang cukup tinggi, restoran, fast food, makanan instan dan sejumlah kedai, kafe yang semakin menjamur dan ratusan jumlahnya tentunya akan membuat tantangan tersendiri bagi kita dalam memanage pola konsumsi asupan makanan dan minuman. Diabetes Mellitus merupakan momok yang paling menyeramkan di era globalisasi saat ini , mengingat DM selain diderita usia lansia, tak pelak lagi, kasus Diabetes Mellitus itu juga sudah menyerang kaum muda bahkan anak-anak hal itu menunjukkan makin buruknya tingkatan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern.

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, S.Kom *)

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dan akan terus berjalan, bahkan terkadang teknologi juga berevolusi dan melakukan lompatan - lompatan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan masif juga terjadi pada perkembangan teknologi informasi. akhir-akhir ini Internet Of Things yang kemudian disebut IoT menjadi trending topics pada dunia teknologi informasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati  Narendra, SKM *)

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang ditularkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Komboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan tranportasi unggas yang terinfeksi. (Balitbang Depkes, 2005).

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Wanita merupakan aset bangsa, melalui wanitalah perkembangan dan kemajuan generasi muda dipertaruhkan, wanita yang kuat dan sehat merupakan pioner pondasi kekuatan dan sekaligus merupakan aset bagi bangsa dan negara. Tapi bagaimana bila wanita sebagai aset bangsa dan negara terancam penyakit yang mematikan? Penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yang mana organ tersebut sangat penting untuk melestarikan sebuah generasi.

Detail artikel »

Oleh  Toto Subandriyo
Kepala DKPP Kab. Tegal
Pengajar pada Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Sebagai tradisi generik Bangsa Indonesia, ritual Lebaran merupakan  sebuah keajaiban budaya. Dilihat dari skala gerak manusia, tak satu pun ritual budaya di negeri ini yang dapat menyamai masifnya perayaan Lebaran. Mobilitas puluhan juta orang dari tempat yang satu ke tempat lain terjadi secara masif dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tak ayal  ketika peristiwa ini datang selalu memicu keras dinamika sosial ekonomi masyarakat.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Jika flasback ke tahun 1970 maka sangat asing bagi kita untuk mengenal tentang HIV AIDS. Kasus penyakit yang tak pernah terbayangkan dibenak kita, tak ada obatnya, tak akan bisa sembuh. Namun ternyata kasus tersebut sekarang menjadi primadona dalam ranah pencegahan penyakit infeksi di Indonesia, bagaimana tidak. Jumlah kasus ibu dengan HIV positif menempati posisi pertama mengalahkan kasus HIV pada populasi beresiko WPS (Wanita Pekerja Seks) tentu hal ini sangat mencengangkan, ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresikopun ternyata menjadi peringkat pertama  paling terinfeksi HIV. Sebuah negara akan kuat jika memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, tapi bagaimana hal itu bisa terwujud jika fondasi utama sebuah negara rentan terinfeksi,bagaimana dengan generasi penerus bangsaini, sangat ironis sekali .

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)

Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag Nomor 27/2017 menggantikan Permendag Nomor 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Permendag yang baru ini mengeluarkan komoditas cabai, dan memasukkan minyak goreng, daging beku, daging ayam dan telur ayam ras, ke daftar harga acuan. Sehingga komoditas yang diatur menjadi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku, daging sapi segar, daging ayam dan telur ayam ras.

Detail artikel »

Oleh M. Chandra Fighi I. *)

Bagi para programmer / pengembang aplikasi terutama aplikasi berbasis web, tentunya sudah banyak yang mengenal framework Laravel, framework php yang sangat fenomenal, kenapa fenomenal? Karena laravel merupakan framework baru tetapi kualitas dan daya tarik Laravel mampu menarik minat para programmer/pengembang aplikasi web untuk menggunakannya. Beberapa daya tarik dari Laravel adalah library yang lengkap dan dokumentasi yang lengkap juga. Tapi artikel kali ini saya bukan membahas tentang Laravel, tetapi saya akan membahas tentang "sang anak" dari Laravel yaitu Lumen. Apa itu lumen dan apa kegunaannya?

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kab. Tegal

Usaha peternakan unggas rakyat, utamanya ayam petelur, beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kondisinya persis seperti digambarkan dalam peribahasa "bagaikan telur di ujung tanduk", dalam kondisi bahaya dan harus segera diselamatkan. Sudah beberapa bulan harga telur ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah di Indonesia terjun bebas hingga mencapai Rp 13.800 per kilogram, jauh dari titik impas (break even point) Rp 16.500-Rp 17.000 per kilogram.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 10.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.850 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 11.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 27.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 19 Oktober 2017