♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Home | Artikel | OTT Lagi, OTT Lagi, Olala...
2017-11-06 09:49:41

Oleh  Toto Subandriyo
Pengajar Mata Kuliah Perilaku dan Budaya Organisasi
Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Miris rasanya mengikuti perkembangan berita pengungkapan praktik korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir terhadap para penyelenggara negara. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun ini terhadap Bupati Klaten Sri Hartini rupanya tidak serta merta membuat nyali para koruptor ciut. Alih-alih merasa ciut dan jera, peristiwa serupa justru terulang dan terulang lagi di kemudian hari. OTT lagi, OTT lagi...

Dalam kurun waktu bulan Agustus-September 2017 setidaknya terjadi lima kasus OTT KPK yang melibatkan bupati/walikota serta satu kasus gratifikasi yang terhadap seorang bupati. Setelah KPK mencokok Bupati Pamekasan Ahmad Syafii terkait suap Dana Desa pada 2 Agustus 2017, beberapa hari kemudian KPK kembali melakukan OTT terhadap Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dalam kasus suap dana kesehatan.

Selang beberapa hari kemudian KPK kembali melakukan OTT terhadap OK Arya Zulkarnaen, Bupati Batubara, Sumatera Utara, terkait suap dana infrastruktur. Hanya berselang tiga hari setelah itu KPK kembali melakukan OTT terhadap Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, Jawa Timur, terkait suap pengadaan mebel. Pada 22 September giliran Wali Kota Cilegon, Banten, Tubagus Iman Riyadi, terjaring OTT KPK dalam kasus suap perijinan mal.

pada 26 September Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rita Widyasari, berurusan dengan KPK terkait kasus gratifikasi. Setelah itu KPK juga menetapkan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara sebagai tersangka kasus suap dari seorang anggota DPR. Peristiwa terakhir, seperti ramai diberitakan media beberapa hari belakangan, OTT KPK juga menyasar Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman, dalam kasus jual beli jabatan.

 Satu hal yang menarik dari beberapa kasus korupsi yang berhasil diungkap oleh lembaga anti rasuah itu adalah beberapa diantara mereka merupakan produk dari sebuah dinasti politik di daerah. Beberapa diantara mereka adalah anak dari bupati/wali kota yang sebelumnya juga telah berurusan dengan KPK terkait masalah korupsi saat mereka menjabat. Kenyataan ini memberi sinyal kepada kita tentang kondisi sangat menyedihkan di negeri ini, dimana perilaku korupsi sudah beranak pinak dan turun temurun.

Cenderung Korup

Berbagai peristiwa OTT yang dilakukan KPK terhadap para pejabat negara beberapa waktu terakhir adalah bukti kebenaran dari dalil yang pernah disampaikan Bangsawan Inggris, Lord Acton. "Kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut akan menghasilkan korupsi yang absolut pula"  (power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely). Sepertinya dalil tersebut tidak akan pernah usang sepanjang zaman.

Mengapa OTT yang makin intensif dilakukan KPK tidak juga membuat nyali para penyelenggara negara menjadi ciut? Tindak korupsi yang terjadi pada sebuah organisasi setidaknya mengindikasikan adanya problem terkait kualitas dan integritas personal, kerangka organisasi, serta sistem. Oleh karena itu upaya mencegah dan memberantas korupsi harus berpangkal dari perbaikan kualitas ketiga persoalan tersebut.

Teori GONE dari Jack Bologne menyatakan bahwa tindakan korupsi seseorang dipengaruhi oleh empat hal, yakni sifat serakah (greedy), ada kesempatan untuk melakukan (opportunity), kebutuhan yang tidak pernah tercukupi (needs), serta hukuman (expose) terhadap koruptor yang tak sebanding dengan tingkat kejahatannya sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

Koruptor adalah orang yang tidak pernah merasa puas akan keadaan dirinya. Sifat tamak, rakus, dan serakah, membuatnya selalu ingin memenuhi kebutuhan, menumpuk harta dan kekayaan meski dengan jalan yang terlarang. Pada tingkat personal ini perlu dilakukan revolusi mental untuk mencetak sumber daya manusia yang berintegritas tinggi, disiplin, jujur, tidak tamak, bertanggung jawab, punya empati tinggi pada sesama, serta taat pada aturan.

Adanya kesempatan untuk korupsi merujuk pada masalah sistem. Sistem pengendalian yang buruk, sistem pengawasan yang kurang ketat, membuat orang mudah melakukan manipulasi dan berbuat curang. Pada tingkat sistem ini harus dijaga lima pranata sosial antikorupsi  yang handal. Lima pranata sosial tersebut adalah proses pergantian pemerintahan yang berjalan secara tertib dan teratur, partai politik oposisi yang kuat, pers yang bebas dan independen, gerakan sosial antikorupsi yang kuat, serta institusi hukum dan peradilan yang bersih, bebas, dan mandiri.

Dari keempat faktor tersebut, faktor paling menentukan adalah sikap rakus dan serakah. Sistem yang buruk, kebutuhan yang mendesak, hukuman yang rendah, semuanya tidak serta-merta mendorong seseorang untuk melakukan korupsi. Dari sudut pandang psikologi, seseorang yang punya kemampuan mengendalikan rasio dan emosinya secara positif, meski ada kesempatan, ia tidak akan melakukan korupsi.

Perbaikan kerangka organisasi perlu dilakukan pada semua organisasi, baik itu organisasi pemerintahan, parpol, peradilan, ormas, militer, maupun korporasi. Paling tidak ada tiga isu penting terkait dengan perbaikan kerangka  organisasi, yaitu   mekanisme checks and balances bekerja dengan baik, mekanisme sistem koreksi diri berfungsi baik, serta tata kelola internal organisasi berjalan dengan baik.

Ke depan birokrasi harus diarahkan untuk membangun kapasitas kelembagaan dan tata kelola pemerintahan yang baik pada seluruh jajaran aparatur negara. Semua itu harus dimulai dari kerja besar reformasi di bidang administrasi. Diantaranya merestrukturisasi lembaga, merevitalisasi ASN, mendekooptasi birokrasi dan BUMN dari kepentingan politik, dan memutus mata rantai relasi kolutif antara politisi, birokrat, dan pebisnis.

Sebagai penutup dari tulisan ini penulis berharap semoga merebaknya kasus korupsi di negeri ini tidak menjadikan masyarakat kita bersikap permisif terhadap tindak korupsi. Karena telah menyandera kehidupan bangsa, maka bagaimanapun korupsi harus tetap dijadikan musuh bersama (common enemy). Perdana Menteri Inggris Anthony Eden pernah menegaskan bahwa corruption never has been compulsory. Tidak ada paksaan dalam melakukan korupsi. Tidak boleh melakukan korupsi dengan alasan terpaksa karena gaji yang rendah, tidak boleh korupi dengan alasan biaya untuk menjadi pejabat negara sangat besar.***

Catatan: Substansi artikel ini juga sedang dikirim ke Harian Tribun Jateng dengan judul "Korupsi di Zaman Now"


TOTO SUBANDRIYO

Artikel Lainnya

Oleh : Patriawati Narendra, SKM  *)

Era globalisasi seperti sekarang ini semakin memudahkan kita dalam mengkonsumsi berbagai makan dan minuman yang mengandung karbohidrat, mengandung kalori dengan jumlah yang cukup tinggi, restoran, fast food, makanan instan dan sejumlah kedai, kafe yang semakin menjamur dan ratusan jumlahnya tentunya akan membuat tantangan tersendiri bagi kita dalam memanage pola konsumsi asupan makanan dan minuman. Diabetes Mellitus merupakan momok yang paling menyeramkan di era globalisasi saat ini , mengingat DM selain diderita usia lansia, tak pelak lagi, kasus Diabetes Mellitus itu juga sudah menyerang kaum muda bahkan anak-anak hal itu menunjukkan makin buruknya tingkatan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern.

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, S.Kom *)

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dan akan terus berjalan, bahkan terkadang teknologi juga berevolusi dan melakukan lompatan - lompatan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan masif juga terjadi pada perkembangan teknologi informasi. akhir-akhir ini Internet Of Things yang kemudian disebut IoT menjadi trending topics pada dunia teknologi informasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati  Narendra, SKM *)

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang ditularkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Komboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan tranportasi unggas yang terinfeksi. (Balitbang Depkes, 2005).

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Wanita merupakan aset bangsa, melalui wanitalah perkembangan dan kemajuan generasi muda dipertaruhkan, wanita yang kuat dan sehat merupakan pioner pondasi kekuatan dan sekaligus merupakan aset bagi bangsa dan negara. Tapi bagaimana bila wanita sebagai aset bangsa dan negara terancam penyakit yang mematikan? Penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yang mana organ tersebut sangat penting untuk melestarikan sebuah generasi.

Detail artikel »

Oleh  Toto Subandriyo
Kepala DKPP Kab. Tegal
Pengajar pada Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Sebagai tradisi generik Bangsa Indonesia, ritual Lebaran merupakan  sebuah keajaiban budaya. Dilihat dari skala gerak manusia, tak satu pun ritual budaya di negeri ini yang dapat menyamai masifnya perayaan Lebaran. Mobilitas puluhan juta orang dari tempat yang satu ke tempat lain terjadi secara masif dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tak ayal  ketika peristiwa ini datang selalu memicu keras dinamika sosial ekonomi masyarakat.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Jika flasback ke tahun 1970 maka sangat asing bagi kita untuk mengenal tentang HIV AIDS. Kasus penyakit yang tak pernah terbayangkan dibenak kita, tak ada obatnya, tak akan bisa sembuh. Namun ternyata kasus tersebut sekarang menjadi primadona dalam ranah pencegahan penyakit infeksi di Indonesia, bagaimana tidak. Jumlah kasus ibu dengan HIV positif menempati posisi pertama mengalahkan kasus HIV pada populasi beresiko WPS (Wanita Pekerja Seks) tentu hal ini sangat mencengangkan, ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresikopun ternyata menjadi peringkat pertama  paling terinfeksi HIV. Sebuah negara akan kuat jika memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, tapi bagaimana hal itu bisa terwujud jika fondasi utama sebuah negara rentan terinfeksi,bagaimana dengan generasi penerus bangsaini, sangat ironis sekali .

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)

Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag Nomor 27/2017 menggantikan Permendag Nomor 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Permendag yang baru ini mengeluarkan komoditas cabai, dan memasukkan minyak goreng, daging beku, daging ayam dan telur ayam ras, ke daftar harga acuan. Sehingga komoditas yang diatur menjadi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku, daging sapi segar, daging ayam dan telur ayam ras.

Detail artikel »

Oleh M. Chandra Fighi I. *)

Bagi para programmer / pengembang aplikasi terutama aplikasi berbasis web, tentunya sudah banyak yang mengenal framework Laravel, framework php yang sangat fenomenal, kenapa fenomenal? Karena laravel merupakan framework baru tetapi kualitas dan daya tarik Laravel mampu menarik minat para programmer/pengembang aplikasi web untuk menggunakannya. Beberapa daya tarik dari Laravel adalah library yang lengkap dan dokumentasi yang lengkap juga. Tapi artikel kali ini saya bukan membahas tentang Laravel, tetapi saya akan membahas tentang "sang anak" dari Laravel yaitu Lumen. Apa itu lumen dan apa kegunaannya?

Detail artikel »

Oleh : Afiati Hary Kresnawati *)

Barangkali kita pernah menjumpai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan teman atau saudara kita tiba-tiba berubah dari semula terdaftar pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya menjadi terdaftar sebagai peserta pada fasilitas kesehatan yang berbeda. Tentunya hal itu sangat mengejutkan dan merepotkan peserta jika tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomer 1 Tahun 2017 tampaknya fenomena tersebut akan lebih banyak terjadi karena BPJS Kesehatan berwacana untuk melaksanakan pemerataan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kab. Tegal

Usaha peternakan unggas rakyat, utamanya ayam petelur, beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kondisinya persis seperti digambarkan dalam peribahasa "bagaikan telur di ujung tanduk", dalam kondisi bahaya dan harus segera diselamatkan. Sudah beberapa bulan harga telur ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah di Indonesia terjun bebas hingga mencapai Rp 13.800 per kilogram, jauh dari titik impas (break even point) Rp 16.500-Rp 17.000 per kilogram.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 10.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.850 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 11.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 27.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 19 Oktober 2017