♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Home | Artikel | HINDARI YANG MANIS-MANIS AGAR TIDAK KENA KENCING MANIS
2017-10-17 11:03:27

Oleh : Patriawati Narendra, SKM  *)

Era globalisasi seperti sekarang ini semakin memudahkan kita dalam mengkonsumsi berbagai makan dan minuman yang mengandung karbohidrat, mengandung kalori dengan jumlah yang cukup tinggi, restoran, fast food, makanan instan dan sejumlah kedai, kafe yang semakin menjamur dan ratusan jumlahnya tentunya akan membuat tantangan tersendiri bagi kita dalam memanage pola konsumsi asupan makanan dan minuman. Diabetes Mellitus merupakan momok yang paling menyeramkan di era globalisasi saat ini , mengingat DM selain diderita usia lansia, tak pelak lagi, kasus Diabetes Mellitus itu juga sudah menyerang kaum muda bahkan anak-anak hal itu menunjukkan makin buruknya tingkatan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern.

Menurut data WHO, Penyakit Tidak Menular (PTM) akan terus meningkat sampai pada Tahun 2030 termasuk Diabetes, menurut laporan dari Kemenkes RI yang diambil dari data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIM RS) data kasus baru rawat jalan di Indonesia untuk DM menempati posisi ketiga, setelah hipertensi dan jantung, sedangkan padsa Tahun 2007 menurut data Riskesnas angka kematian 45-54 Tahun di daerah perkotaan DM menempati posisi ke 2 setelah stroke. Indonesia sebagai Negara yang terus berkembang saat ini mengalami perubahan perkembangan pola penyakit, Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menanggulangi penyakit menular dan pada saat yang bersamaan trend Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin meningkat pula. Adapun pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai secara epidemiologi adalah penanggulangan penyakit menular mulai dari pencegahan hingga pemutusan mata rantai penyakit dari Kejadian Luar Biasa (KLB), muncul kembali jenis-jenis penyakit menular baru (new-emergyng diseases) dan penyakit menular masa lalu yang muncul kembali (re-emergyng diseases), sementara dari PTM juga seperti  pembunuh diam yang cukup mengerikan karena terjadi peningkatan dari waktu ke waktu.

Gambar 1. Kenali Diabetes

            Trend bergeser yang semula Penyakit Menular merupakan momok yang berbahaya bagi masyarakat, sekarang PTM (Penyakit Tidak Menular) menjadi primadona penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dalam 30 tahun terakhir, terjadi perubahan pola penyakit terkait dengan perilaku manusia. Pada tahun 1990, penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit menular yakni infeksi saluran pernafasan atas, tuberkulosis dan diare.
Namun sejak tahun 2010, penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular yaitu tekanan darah tinggi, stroke, kanker, jantung dan diabetes melitus.


          Berdasarkan data, ada sekitar 30 persen penduduk yang mengeluh sakit. Dari jumlah tersebut, sekitar 58 persen mengobatinya dengan mengakses fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas dan lainnya, sedangkan 42 persen lainnya membeli obat di warung.
Tahun 2015, ada 10 penyakit penyebab terbesar kematian yakni stroke, kecelakaan lalu lintas, jantung iskemik, kanker, diabetes melitus, tuberkulosis, infeksi saluran pernafasan atas, depresi, asfiksia dan trauma kelahiran serta penyakit paru obstruksi kronis. Penyakit DM Diabetus Mellitus merupakan salah satu PTM di Indonesia yang mengalami perkembangan yang cukup signifikan hal ini karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat dan gaya hidup (life style) manusia seperti pola makan dan tipe pekerjaan yang dituntut cepat, dalam segala bidang seperti pertanian, perkebunan, dan lain-lain.

 

                                                Gambar. 2. Prinsip Utama Pengelolaan Diabetes Mellitus

Penyakit Diabetus Meliitus ini mempunyai 2 tipe yaitu tipe 1 dan tipe 2, Tipe 1 ini pada umumnya disebabkan karena terjadinya gangguan metabolisme pada organ tubuh manusia dimana pankreas tersebut seharusnya dapat memproduksi insulin sebagai pengatur kestabilan gula darah secara efektif akan tetapi pankreas tidak bisa menghasilkan insulin yang cukup untuk tubuh.  Diabetus Mellitus Tipe 2  ini adalah kelanjutan dari Diabetus Mellitus Tipe 1 dapat terjadi karena tubuh tidak mampu secara efektif menggunakan insulin tersebut. Tubuh penderita Diabetus Mellitus sudah tidak mampu untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Gangguan metabolisme pun terjadi pada saat penyerapan kadar gula oleh tubuh, gangguan tersebut karena tubh tidak mampu lagi memproduksi zat insulin dalam tubuh atau kadar insulin dalam tubuh rendah dan tubuh juga tidak mampu untuk memanfaatkan zat insulin dengan maksimal akibatnya proses metabolisme tubuh terganggu. Pemeriksaan DM bisa dilakukan antara lain  dengan Tes HbA1c pemeriksaan  ini akan menunjukkan kadar gula rata-rata dalam darah pasien selama periode 2-3 bulan terakhir. Tingkat HbA1c dengan angka 6,5% atau lebih akan menandakan pasien mengidap diabetes tipe 2. Tes ini juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal  untuk orang yang berisiko mengidap diabetes. Selain itu juga bisa menggunakan Tes Toleransi Glukosa Oral Tes ini berfungsi untuk mengevaluasi aktivitas insulin dalam tubuh. Sampel darah pasien diambil sebanyak dua kali untuk pemeriksaan glukosa puasa dan dua jam setelah makan.Tes glukosa puasa akan dilakukan pada pagi hari setelah berpuasa selama 8 jam, hanya air putih yang tetap diperbolehkan minum. Selanjutnya dianjurkan untuk tidak meminum obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi hasil tes. Sampel darah akan diambil menjelang akhir fase berpuasa. Kemudian, pasien disuruh untuk minum sirup yang mengandung 75 gram glukosa (gula). Tepat dua jam setelahnya, sampel darah pasien akan kembali diambil untuk tes glukosa guna mengevaluasi aktivitas insulin dalam tubuh.

Takaran gula darah yang normal adalah sebagai berikut :

  • 80-100 mg/dL sebelum makan.
  • 80-144 mg/dL sesudah makan (diperiksa tepat dua jam setelah makan).

Sementara takaran gula darah penderita gangguan toleransi glukosa adalah:

  • 108-126 mg/dL sebelum makan.
  • 142-198 mg/dL sesudah makan (diperiksa tepat dua jam setelah makan)

Sedangkan takaran gula darah bagi penderita diabetes adalah:

  • Lebih dari 126 mg/dL sebelum makan.
  • Lebih dari 198 mg/dL sesudah makan (diperiksa tepat 2 jam setelah makan)

 

Gambar 3. Tes HbA1c

 

Gambar 4. Tes Glukosa Oral

   Diagnosis umum yang paling sering kita jumpai bahwa seseorang tersebut menderita DM adalah terjadinya penurunan berat badan yang cukup signifikan dalam waktu yang cukup cepat yang tidak dapat diketahui gejalanya. Penderita Diabetes Mellitus dapat dilihat dari beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

1.      Penonjolan tulang pada kaki

2.      Banyak luka di sekitar jari

3.      Kulit, permukaan telapak kaki, rambut dan  kuku mengalami penebalan

4.      Telapak kaki datar

5.      Jari kaki menjadi bengkok

6.      Kuku yang kering mudah mengelupas

7.      Kaki dipenuhi mata ikan dan luka

                        Menurut WHO kadar gula darah normal manusia sebagai berikut:

          Jumlah

Waktu

180 mg/dl

90 Menit setelah makan

144 mg/dl

Malam Hari

72-126 mg/dl

Saat Puasa

Tabel 1.1 Kadar Gula Darah Normal dalam Tubuh

            Untuk menghindari penyakit kencing manis maka sangat perlu untuk mengetahui penyebab kencing manis :

1.      Kurang Olah Raga

Kurang olah raga merupakan salah satu penyebab dari kencing manis karena kurang olah raga merupakan penyebab utama dari obesitas, jika asupan yang kita makan akan tetapi tidak diseimbangkan dengan olah raga tertatur maka akan menyebabkan timbunan lemak yang semakin banyak di tubuh kita akibatnya akan menyebabkan obesitas dan gula darah dalam tubuh yang tidak seimbang.

2.      Minuman Bersoda

Soda merupakan minuman yang menyebabkan kegemukan selain karena kandungan kalorinya yang banyak, minuman bersoda juga mengandung pemanis dan pewarna buatan yang akan menyebabkan kerusakan ginjal, satu kaleng minuman soda setara dengan 12 sendok teh gula sehingga bisa memicu diabetes gestasional pada ibu hamil, dalam 600 ml soda mengandung 250 kalori yang tidak bernutrisi hanya gula dan kafein.  Sebaiknya hindari minuman bersoda, ganti minuman tersebut dengan minum jus-jus buah yang segar dan menyehatkan badan.

3.      Sering Makanan dan Minuman Manis

Sering mengkonsumsi minuman manis juga berpotensi untuk meningkatkan resiko kencing manis terlebih lagi jika sudah mempunyai riwayat keturunan kencing manis, oleh karena itu perlu kirannya mengurangi konsumsi minuman manis agar asupan kalori seimbang.

4.      Kebiasaan Tidur Setelah Makan

Kebiasaan tidur setelah makan bisa menyebabkan obesitas, karena asupan kalori yang masuk kedalam tubuh tidak dapat diproses atau tidak terjadi proses pembakaran, karena tidak ada aktivitas yang dilakukan sehingga lemak menumpuk, lemak yang menumpuk itulah yang akan meningkatkan berat badan dan memicu obesitas. Selain obesitas resiko kencing manis juga merupakan efek domino dari penumpukan lemak dalam tubuh.

5.      Merokok

Merokok juga merupakan faktor resiko dalam tubuh  alasannya karena rokok terbuat dari tembakau yang mengandung nikotin didalamnya. Menurut penelitian Nikotin dapat menyebabkan penurunan sensitivitas dan resistensi insulin.

6.      Diet yang tidak sehat

Diet yang tidak sehat seperti tidak mengkonsumsi karbohidrat atau tinggi lemak, garam dan gula juga menjadi faktor resiko DM Tipe 2. Pola makan yang salah yang dikarenakan tinggi lemak, garam, gula dan karbohidrat juga memicu terjadinya DM Tipe 2 ini, pola makan yang baik dan sehat sangat berpengaruh terhadap gula darah, apabila seseorang mampu menjaga pola makannya dengan baik maka gula darah seseorang tersebut akan normal.

7.       Obesitas

Obesitas dalam perkembangan saat ini sangat menjadi masalah, manusia lebih suka untuk mengkonsumsi makanan dengan lemak dan karbohidrat yang tinggi tetapi tidak disesuaikan dengan aktivitas atau penggunaannya bagi tubuh, sehingga yang terjadi adalah pada saat ini manusia banyak mengalami gizi lebih atau over wiegh atau obesitas. Kenyataan yang ada bahwa banyak orang yang mengalami obesitas bukan menjadi tolak ukur bahwa suatu wilayah tersebut gizinya baik tetapi justru sebaliknya, obesitas banyak mengalami masalah baru, seperti beresiko menderita DM. Obesitas terjadi karena menumpuknya lemak dalam tubuh, yang dikarenakan tidak seimbangnya antara asupan gizi dengan penggunaan gizi dalam tubuh. 

8.      Jenis Kelamin

Pada umumnya jenis kelamin yang banyak menderita DM Tipe 2 adalah para wanita atau ibu-ibu dikarenakan banyak faktor, ibu-ibu biasanya memiliki pola makan yang sangat sehat artinya mereka cenderung menyukai makanan-makanan dengan karbohidrat tinggi, lemak tinggi garam dan gula tinggi sementara aktifitas para ibu-ibu untuk berolahraga atau latihan fisik kurang, artinya pola makan yang tidak sehat ini dapat membuat kadar gula dalam darah tinggi asupan gizi tinggi dan tidak seimbang ini menyebabkan kadar gula terganggu. Kebiasaan yang malas mengolah latihan fisik atau olahraga disebabkan banyak faktor seperti malas, banyak pekerjaan rumah, anak tidak mau ditinggal, kebanyakan tidur, dan lain-lain. Meski tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga banyak kemungkinan terkena DM Tipe 2 yang disebabkan merokok, obesitas, dll.

9.      Riwayat lahir dengan BBLR dan Riwayat lahir dengan bayi Obesitas

Riwayat lahir dengan BBLR dikarenakan dengan faktor keturunan dan lingkungan BBLR, BBLR merupakan keadaan malnutrisi selama janin dalam rahim yang menyebabkan kegagalan sel beta yang memicu terjadinya DM. Hal yang sama ketika lahir dengan obesitas artinya terjadinya kelebihan gizi dalam tubuh sehingga tidak terjadi kesimbangan gula darah dalam tubuh akibat dari penumpukan lemak, gula dan garam.

10.  Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dimana tekanan darah sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seseorang yang memiliki Hipertensi cenderung juga berpotensi menderita DM Tipe 2 dikarenakan orang yang memiliki Hipertensi bisa dikarenakan pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, dan lain-lain.

DM termasuk jenis Penyakit Tidak Menular (PTM), DM dibedakan menjadi 2 jenis yaitu DM Tipe 1 dan Tipe 2. DM Tipe I merupakan keadaan tubuh dikarenakan kekurangan insulin sehingga mereka mendapat tambahan insulin dari suntikan insulin. DM Tipe 2 merupakan DM yang disebabkan karena organ tubuh yang memproduksi insulin tidak dapat bekerja dengan maksimal. Ada juga DM yang berkaitan dengan kekurangan gizi yang disebut dengan malnutrisi, selain itu ada pula Diabetes Gestasional yaitu jenis diabetes yang disebabkan karena kadar gula yang tinggi yang dimiliki wanita saat hamil.

1.      Diabetes Mellitus Type 1

Dikatakan Diabetes Mellitus Type 1 apabila tubuh tergantung terhadap insulin atau dikenal dengan istilah autoimun diabetes. Diabetes Type 1 ini termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin rendah karena pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi insulin dengan jumlah cukup,  tubuh memerlukan insulin karena untuk mengendalikan kadar gula darah. Jika tubuh kurang insulin maka kadar gula darah akan meningkat drastis yang disebut sebagai Hiperglikemia. Diabetes Mellitus Type 1 dikenal dengan istilah "Diabetes Remaja" karena pada tipe ini bisa menyerang siapa saja bahkan bisa menyerang anak-anak. Gejala umum penderita DM Type 1 biasa dikenal dengan istilah 3 P (Polyuria sering kencing, Polydipsia sering haus, Polyphagia sering lapar) selain itu juga turunnya berat badan, karena lemak dan otot dalam tubuh digunakan untuk membentuk energi sehingga berat badan menurun darastis, pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata dan kelelahan,  jika  kadar gula darah tidak dikendalikan maka merusak jaringan dan organ-organ tubuh dan menyebabkan komplikasi. Fungsi Insulin adalah agar gula dalam darah dapat masuk ke sel-sel tubuh, sehingga kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, saraf dan organ tubuh, sehingga perlu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.              

Gambar.5 Diabetes Mellitus Type 2

2.      Diabetes Mellitus Type 2

Pada DM Type 2 ini faktor keturunan merupakan faktor yang dominan untuk memicu faktor resiko DM Type 2, hal tersebut dapat terjadi karena adanya mutasi gen dari orang tua ke anak. Penurunan berat badan yang cukup signifikan dalam waktu yang cukup cepat yang tidak dapat diketahui gejalanya. Pemeriksaan secara klinis diagnosa DM Tipe 2 ini dapat dilihat dari pemeriksaan atau pengecekan gula darah lebih dari 200 mg/dl. Hiperglikemia yang mempengaruhi metabolisme karbihidrat, lemak dan protein. DM Type 2  dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Diabetes tipe 2 biasanya mempunyai faktor resiko antara lain berat badan berlebih disertai dengan kurang gerak fisik, keturunan,  faktor usia diabetes jenis ini biasanya menyerang orang-orang yang usianya lebih dari 40 tahun, faktor etnis yang mana etnis Asia memiliki resiko 2 kali tinggi, pradiabetes faktor gula darah yang melebihi normal dan diabetes gestasional wanita yang pernah mengalami kondisi ini mengalami resiko mengidap diabetes tipe 2 lebih tinggi.  Biasanya pola hidup yang tidak aktif banyak memicu terjadinya penyakit ini. Itulah sebabnya diabetes tipe 2 sejak dahulu biasa ditemukan pada orang-orang dewasa. Gejala sama dengan DM Type 2 yaitu Polyuria, Polydipsi, Polyfagia Gejala lain yang bisa juga muncul pada diabetes tipe 2, antara lain Kelelahan, berkurangnya massa otot, turunnya berat badan, luka yang lambat sembuh atau sering mengalami infeksi, pandangan yang kabur.

 

Gambar. 6  STOP DIABETES

            Pencegahan primer adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi, yakni mereka yang belum menderita, tetapi berpotensi untuk menderita DM seperti penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan seperti skrinning yang dilakukan dengan menggunakan tes urin, kadar gula darah puasa. Pengobatan diabetes mellitus bergantung dengan perencanaan makanan (diet) bersama latihan jasmani/kegiatan fisik ternyata gagal maka diperlukan penambahan obat oral. Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan seperti skrinning yang dilakukan dengan menggunakan tes urin, kadar gula darah puasa. Pengobatan diabetes mellitus bergantung dengan perencanaan makanan (diet) bersama latihan jasmani/kegiatan fisik ternyata gagal maka diperlukan penambahan obat oral. Gerakan masyarakat sehat atau Germas harus terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menjalankan pola hidup sehat. Pencegahan jauh lebih baik dibanding melakukan pengobatan ketika sudah terjangkit penyakit. Mari cegah Diabetes dengan kurangi konsumsi manis dan atur pola hidup bersih sehat dan seimbang, hidup yang seimbang akan menciptakan hidup yang sehat dan berkualitas..STOP DM!!! SEHAT SELALU BANGSAKU!!!

*)Staf P3A dan P2KB

Artikel Lainnya

Oleh  Toto Subandriyo
Pengajar Mata Kuliah Perilaku dan Budaya Organisasi
Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Miris rasanya mengikuti perkembangan berita pengungkapan praktik korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir terhadap para penyelenggara negara. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun ini terhadap Bupati Klaten Sri Hartini rupanya tidak serta merta membuat nyali para koruptor ciut. Alih-alih merasa ciut dan jera, peristiwa serupa justru terulang dan terulang lagi di kemudian hari. OTT lagi, OTT lagi...

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, S.Kom *)

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dan akan terus berjalan, bahkan terkadang teknologi juga berevolusi dan melakukan lompatan - lompatan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan masif juga terjadi pada perkembangan teknologi informasi. akhir-akhir ini Internet Of Things yang kemudian disebut IoT menjadi trending topics pada dunia teknologi informasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati  Narendra, SKM *)

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang ditularkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Komboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan tranportasi unggas yang terinfeksi. (Balitbang Depkes, 2005).

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Wanita merupakan aset bangsa, melalui wanitalah perkembangan dan kemajuan generasi muda dipertaruhkan, wanita yang kuat dan sehat merupakan pioner pondasi kekuatan dan sekaligus merupakan aset bagi bangsa dan negara. Tapi bagaimana bila wanita sebagai aset bangsa dan negara terancam penyakit yang mematikan? Penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yang mana organ tersebut sangat penting untuk melestarikan sebuah generasi.

Detail artikel »

Oleh  Toto Subandriyo
Kepala DKPP Kab. Tegal
Pengajar pada Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Sebagai tradisi generik Bangsa Indonesia, ritual Lebaran merupakan  sebuah keajaiban budaya. Dilihat dari skala gerak manusia, tak satu pun ritual budaya di negeri ini yang dapat menyamai masifnya perayaan Lebaran. Mobilitas puluhan juta orang dari tempat yang satu ke tempat lain terjadi secara masif dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tak ayal  ketika peristiwa ini datang selalu memicu keras dinamika sosial ekonomi masyarakat.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Jika flasback ke tahun 1970 maka sangat asing bagi kita untuk mengenal tentang HIV AIDS. Kasus penyakit yang tak pernah terbayangkan dibenak kita, tak ada obatnya, tak akan bisa sembuh. Namun ternyata kasus tersebut sekarang menjadi primadona dalam ranah pencegahan penyakit infeksi di Indonesia, bagaimana tidak. Jumlah kasus ibu dengan HIV positif menempati posisi pertama mengalahkan kasus HIV pada populasi beresiko WPS (Wanita Pekerja Seks) tentu hal ini sangat mencengangkan, ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresikopun ternyata menjadi peringkat pertama  paling terinfeksi HIV. Sebuah negara akan kuat jika memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, tapi bagaimana hal itu bisa terwujud jika fondasi utama sebuah negara rentan terinfeksi,bagaimana dengan generasi penerus bangsaini, sangat ironis sekali .

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)

Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag Nomor 27/2017 menggantikan Permendag Nomor 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Permendag yang baru ini mengeluarkan komoditas cabai, dan memasukkan minyak goreng, daging beku, daging ayam dan telur ayam ras, ke daftar harga acuan. Sehingga komoditas yang diatur menjadi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku, daging sapi segar, daging ayam dan telur ayam ras.

Detail artikel »

Oleh M. Chandra Fighi I. *)

Bagi para programmer / pengembang aplikasi terutama aplikasi berbasis web, tentunya sudah banyak yang mengenal framework Laravel, framework php yang sangat fenomenal, kenapa fenomenal? Karena laravel merupakan framework baru tetapi kualitas dan daya tarik Laravel mampu menarik minat para programmer/pengembang aplikasi web untuk menggunakannya. Beberapa daya tarik dari Laravel adalah library yang lengkap dan dokumentasi yang lengkap juga. Tapi artikel kali ini saya bukan membahas tentang Laravel, tetapi saya akan membahas tentang "sang anak" dari Laravel yaitu Lumen. Apa itu lumen dan apa kegunaannya?

Detail artikel »

Oleh : Afiati Hary Kresnawati *)

Barangkali kita pernah menjumpai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan teman atau saudara kita tiba-tiba berubah dari semula terdaftar pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya menjadi terdaftar sebagai peserta pada fasilitas kesehatan yang berbeda. Tentunya hal itu sangat mengejutkan dan merepotkan peserta jika tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomer 1 Tahun 2017 tampaknya fenomena tersebut akan lebih banyak terjadi karena BPJS Kesehatan berwacana untuk melaksanakan pemerataan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kab. Tegal

Usaha peternakan unggas rakyat, utamanya ayam petelur, beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kondisinya persis seperti digambarkan dalam peribahasa "bagaikan telur di ujung tanduk", dalam kondisi bahaya dan harus segera diselamatkan. Sudah beberapa bulan harga telur ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah di Indonesia terjun bebas hingga mencapai Rp 13.800 per kilogram, jauh dari titik impas (break even point) Rp 16.500-Rp 17.000 per kilogram.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 10.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.850 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 11.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 27.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 19 Oktober 2017