♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Home | Artikel | Lebaran Aman dan Nyaman
2017-06-19 10:09:02

Oleh  Toto Subandriyo
Kepala DKPP Kab. Tegal
Pengajar pada Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Sebagai tradisi generik Bangsa Indonesia, ritual Lebaran merupakan  sebuah keajaiban budaya. Dilihat dari skala gerak manusia, tak satu pun ritual budaya di negeri ini yang dapat menyamai masifnya perayaan Lebaran. Mobilitas puluhan juta orang dari tempat yang satu ke tempat lain terjadi secara masif dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tak ayal  ketika peristiwa ini datang selalu memicu keras dinamika sosial ekonomi masyarakat.

Tentu masih hangat dalam ingatan kolektif bangsa ini, mobilitas para pemudik yang sangat masif telah mengakibatkan kemacetan terparah sepanjang sejarah mudik saat Lebaran 2016 lalu. Kemacetan menggila yang terjadi di exit tol Brebes memaksa para pemudik menginap di jalan tol selama beberapa hari.

Dari kacamata ekonomi, peredaran uang tunai yang sangat besar menunjukkan aktivitas konsumtif masyarakat terpacu keras. Kebutuhan uang transaksi seputar Lebaran 2016 lalu mencapai sekitar Rp 160,4 triliun (naik sekitar 14,5% dari tahun 2015).  Untuk tahun 2017 ini kebutuhan uang transaksi seputar Lebaran diprediksi juga terjadi peningkatan dari tahun 2016. Pergerakan sosial ekonomi ini selalu menimbulkan turbulensi pasar. Tanpa dikomando, harga berbagai kebutuhan pokok selalu merangkak naik.

Seperti sudah menjadi aksioma rutin tahunan, menjelang bulan Ramadan/Lebaran harga berbagai kebutuhan pangan selalu meroket. Seperti terjadi saat ini, harga pangan di sejumlah daerah merangkak naik. Bahkan untuk komoditas tertentu, seperti bawang putih, kenaikannya sangat signifikan. Banyak kalangan menyuarakan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengantisipasinya. Termasuk meningkatkan kiprah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi/kabupaten/kota dalam  stabilisasi harga.

Begitu kompleksnya permasalahan di seputar ritual Lebaran, mau tidak mau suka tidak suka kehadirannya harus dipersiapkan secara profesional. Prosesi Lebaran yang aman dan nyaman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di semua lini, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa tanpa kecuali. Semua energi bangsa harus tercurah untuk menyambut perhelatan fitri tersebut.

Evaluasi

Terkait dengan prosesi Lebaran, semua orang tahu, pemerintah juga tahu, kapan Lebaran tiba.  Semua orang tahu, pemerintah juga tahu, puluhan juta orang akan bergerak dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu hampir bersamaan. Semua orang tahu, pemerintah juga tahu, seperti apa karakteristik dan psikologi pasar menghadapi bulan Ramadan dan Lebaran.

Tanpa mengecilkan arti dari kerja keras semua otoritas pemerintah di semua lini, berdasarkan evaluasi terhadap manajemen Lebaran tahun 2016 lalu, ternyata pelaksanaannya masih banyak kekurangan. Kenyataan itu membuka mata betapa pekerjaan rumah kita dalam penyelenggaraan ritual Lebaran masih jauh dari selesai. Oleh karena itu  pemerintah di semua lini harus mencurahkan seluruh energi dan sumberdaya untuk penyelenggaraan ritual Lebaran tahun ini agar lebih aman dan nyaman.

Pemerintahan yang belajar selalu mengambil hikmah dari semua permasalahan yang timbul saat Lebaran tahun-tahun  sebelumnya dan berusaha mencari solusi. Memperbaiki infrastruktur dan sarana transportasi agar ritual mudik/balik berlangsung aman dan nyaman, mengantisipasi meroketnya harga kebutuhan pokok masyarakat, dan sebagainya.

Dalam hal keamanan lalu lintas misalnya. Data Korlantas Mabes Polri menyebutkan selama 10 hari gelar operasi Ramadaniya 2016 telah terjadi 1.947 kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Jumlah korban meninggal 366 orang, luka berat 634 orang dan luka ringan 2.537 orang. Terjadi penurunan dibanding tahun 2015 yaitu 2.228 lakalantas, 464 orang meninggal, 817 orang luka berat dan 2.917 orang luka ringan. Menjadi tugas dan kewajiban negara untuk mereduksi jumlah korban jiwa pada Lebaran tahun ini.

Upaya yang harus ditempuh untuk tujuan tersebut selain melalui perbaikan manajemen transportasi, penegakan hukum dan aturan, juga melalui pembangunan infrastruktur yang memadai. Kita mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2016 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Hingga awal triwulan II-2017 lalu, pemerintah telah melakukan percepatan berbagai program pembangunan infrastruktur. Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP), pada 2016 ini akan dituntaskan jalan sepanjang 815 km, jembatan 9.399 km, 13 bandara, 55 pelabuhan laut, pembangunan jalur kereta api tahap I dan lanjutannya serta modernisasi terminal penumpang di 3 lokasi lanjutan. Untuk itu pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 377,8 triliun (sekitar 18,6% dari total APBN). Nominal tersebut meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sumbatan

 Antisipasi gejolak harga pangan merupakan upaya yang tidak kalah penting. Untuk tujuan tersebut pemerintah harus fokus pada penguatan tiga pilar ketahanan pangan, yaitu peningkatan produksi, penguatan stok, serta kelancaran distribusi. Meroketnya harga kelompok bahan pangan bergejolak (volatile foods) di sejumlah daerah beberapa hari terakhir, mengindikasikan adanya sumbatan dalam tiga pilar tersebut.

Sesuai otoritasnya, pemerintah punya kewenangan menggandeng semua konsorsium di bidang pangan untuk bersinergi dengan pemerintah dalam stabilisasi harga. Upaya seperti ini pernah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) selama Ramadhan hingga Lebaran 2016 lalu. Kementan menggandeng  konsorsium 10 perusahaan untuk menurunkan harga daging sesuai instruksi Presiden Jokowi menjadi Rp 80.000/kilogram.

Selain menyediakan 1.000 ekor sapi hidup untuk dipotong, konsorsium juga menggelontorkan 8.110 ton daging beku. Meski tidak sampai menyentuh level harga daging segar Rp 80.000/kilogram, namun upaya itu mampu "menjinakkan" harga daging sapi lokal yang biasanya pada hari-H Lebaran selalu bergerak liar.

Gejolak harga komoditas sayuran menjelang Ramadan, seperti bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah, sebenarnya dapat diantisipasi sejak dini melalui pengaturan kalender tanam. Beberapa bulan sebelumnya, pemerintah pusat harusnya sudah berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah sentra produksi. Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup ke daerah tersebut untuk budidaya di luar musim (off season) dan mengalokasikan anggaran untuk penguasaan hasil (op koop).

Jadwal tanam dirancang sedemikian rupa sehingga menjelang dan selama Ramadan/Lebaran terjadi panen cukup yang dikuasai pemerintah. Dengan kawalan intensif dari petugas pertanian budidaya di luar musim ini dapat terhindar dari gagal panen sehingga mampu  meredam gejolak harga sayuran menjelang bulan Ramadan/Lebaran.

 Sebagai catatan penutup perlu penulis sampaikan bahwa semua upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus dipersiapkan dan direncanakan jauh hari sebelumnya secara matang. Jika semua telah dilakukan, maka masyarakat akan merasa bahwa negara telah hadir di tengah kemeriahan penyelenggaraan ritual Lebaran.***

Catatan: Artikel ini sedang dipersiapkan untuk dimuat di harian Radar Tegal dengan Judul "Manajemen Lebaran"

Artikel Lainnya

Oleh  Toto Subandriyo
Pengajar Mata Kuliah Perilaku dan Budaya Organisasi
Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Miris rasanya mengikuti perkembangan berita pengungkapan praktik korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir terhadap para penyelenggara negara. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun ini terhadap Bupati Klaten Sri Hartini rupanya tidak serta merta membuat nyali para koruptor ciut. Alih-alih merasa ciut dan jera, peristiwa serupa justru terulang dan terulang lagi di kemudian hari. OTT lagi, OTT lagi...

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM  *)

Era globalisasi seperti sekarang ini semakin memudahkan kita dalam mengkonsumsi berbagai makan dan minuman yang mengandung karbohidrat, mengandung kalori dengan jumlah yang cukup tinggi, restoran, fast food, makanan instan dan sejumlah kedai, kafe yang semakin menjamur dan ratusan jumlahnya tentunya akan membuat tantangan tersendiri bagi kita dalam memanage pola konsumsi asupan makanan dan minuman. Diabetes Mellitus merupakan momok yang paling menyeramkan di era globalisasi saat ini , mengingat DM selain diderita usia lansia, tak pelak lagi, kasus Diabetes Mellitus itu juga sudah menyerang kaum muda bahkan anak-anak hal itu menunjukkan makin buruknya tingkatan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern.

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, S.Kom *)

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dan akan terus berjalan, bahkan terkadang teknologi juga berevolusi dan melakukan lompatan - lompatan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan masif juga terjadi pada perkembangan teknologi informasi. akhir-akhir ini Internet Of Things yang kemudian disebut IoT menjadi trending topics pada dunia teknologi informasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati  Narendra, SKM *)

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang ditularkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Komboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan tranportasi unggas yang terinfeksi. (Balitbang Depkes, 2005).

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Wanita merupakan aset bangsa, melalui wanitalah perkembangan dan kemajuan generasi muda dipertaruhkan, wanita yang kuat dan sehat merupakan pioner pondasi kekuatan dan sekaligus merupakan aset bagi bangsa dan negara. Tapi bagaimana bila wanita sebagai aset bangsa dan negara terancam penyakit yang mematikan? Penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yang mana organ tersebut sangat penting untuk melestarikan sebuah generasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Jika flasback ke tahun 1970 maka sangat asing bagi kita untuk mengenal tentang HIV AIDS. Kasus penyakit yang tak pernah terbayangkan dibenak kita, tak ada obatnya, tak akan bisa sembuh. Namun ternyata kasus tersebut sekarang menjadi primadona dalam ranah pencegahan penyakit infeksi di Indonesia, bagaimana tidak. Jumlah kasus ibu dengan HIV positif menempati posisi pertama mengalahkan kasus HIV pada populasi beresiko WPS (Wanita Pekerja Seks) tentu hal ini sangat mencengangkan, ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresikopun ternyata menjadi peringkat pertama  paling terinfeksi HIV. Sebuah negara akan kuat jika memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, tapi bagaimana hal itu bisa terwujud jika fondasi utama sebuah negara rentan terinfeksi,bagaimana dengan generasi penerus bangsaini, sangat ironis sekali .

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)

Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag Nomor 27/2017 menggantikan Permendag Nomor 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Permendag yang baru ini mengeluarkan komoditas cabai, dan memasukkan minyak goreng, daging beku, daging ayam dan telur ayam ras, ke daftar harga acuan. Sehingga komoditas yang diatur menjadi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku, daging sapi segar, daging ayam dan telur ayam ras.

Detail artikel »

Oleh M. Chandra Fighi I. *)

Bagi para programmer / pengembang aplikasi terutama aplikasi berbasis web, tentunya sudah banyak yang mengenal framework Laravel, framework php yang sangat fenomenal, kenapa fenomenal? Karena laravel merupakan framework baru tetapi kualitas dan daya tarik Laravel mampu menarik minat para programmer/pengembang aplikasi web untuk menggunakannya. Beberapa daya tarik dari Laravel adalah library yang lengkap dan dokumentasi yang lengkap juga. Tapi artikel kali ini saya bukan membahas tentang Laravel, tetapi saya akan membahas tentang "sang anak" dari Laravel yaitu Lumen. Apa itu lumen dan apa kegunaannya?

Detail artikel »

Oleh : Afiati Hary Kresnawati *)

Barangkali kita pernah menjumpai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan teman atau saudara kita tiba-tiba berubah dari semula terdaftar pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya menjadi terdaftar sebagai peserta pada fasilitas kesehatan yang berbeda. Tentunya hal itu sangat mengejutkan dan merepotkan peserta jika tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomer 1 Tahun 2017 tampaknya fenomena tersebut akan lebih banyak terjadi karena BPJS Kesehatan berwacana untuk melaksanakan pemerataan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kab. Tegal

Usaha peternakan unggas rakyat, utamanya ayam petelur, beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kondisinya persis seperti digambarkan dalam peribahasa "bagaikan telur di ujung tanduk", dalam kondisi bahaya dan harus segera diselamatkan. Sudah beberapa bulan harga telur ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah di Indonesia terjun bebas hingga mencapai Rp 13.800 per kilogram, jauh dari titik impas (break even point) Rp 16.500-Rp 17.000 per kilogram.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 10.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.850 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 11.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 27.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 19 Oktober 2017