♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Home | Artikel | KURANGI RESIKO HIV DENGAN "HYGIENIC LIVING CAMPAIGN" DAN LINDUNGI ODHA DARI STIGMA DISKRIMINASI
2017-06-05 08:30:56

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Jika flasback ke tahun 1970 maka sangat asing bagi kita untuk mengenal tentang HIV AIDS. Kasus penyakit yang tak pernah terbayangkan dibenak kita, tak ada obatnya, tak akan bisa sembuh. Namun ternyata kasus tersebut sekarang menjadi primadona dalam ranah pencegahan penyakit infeksi di Indonesia, bagaimana tidak. Jumlah kasus ibu dengan HIV positif menempati posisi pertama mengalahkan kasus HIV pada populasi beresiko WPS (Wanita Pekerja Seks) tentu hal ini sangat mencengangkan, ibu rumah tangga yang tidak berperilaku beresikopun ternyata menjadi peringkat pertama  paling terinfeksi HIV. Sebuah negara akan kuat jika memiliki rakyat yang sehat dan cerdas, tapi bagaimana hal itu bisa terwujud jika fondasi utama sebuah negara rentan terinfeksi,bagaimana dengan generasi penerus bangsaini, sangat ironis sekali .

Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan ibu rumah tangga menempati urutan terbesar terinfeksi HIV yaitu sebanyak 9.096 orang, urutan kedua yaitu karyawan 8.287 orang, sementara yang tidak diketahui profesinya mencapai 21.434 orang. Angka itu terungkap dalam laporan data kumulatif HIV-AIDS sepanjang tahun 1987 sampai dengan September 2015. Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIVsebagian besar mempunyai perilaku tidak beresiko, mereka tertular karena suami yang berperilaku beresiko. Sekitar 4,9 juta ibu rumah tangga dari mereka menikah dengan pria berisiko tinggi, dan sebanyak 6,7 juta pria di Indonesia merupakan pembeli seks.

Meningkatnya kasus HIV pada ibu rumah tangga mengidentifikasi bahwa perilaku beresiko merupakan faktor utama penyebab meningkatnya kasus tersebut. Kebiasaan berganti-ganti pasangan tanpa kondom menjadi pemicu utama penularan  HIV pada populasi Ibu rumah tangga. Perempuan yang menjadi urat nadi kehidupan keluarga harus berhadapan dengan ganasnya penyakit HIV karena tertular HIV dari suami yang berperilaku beresiko, kualitas hidup penerus keturunan terancam karena terinfeksi HIV, janin yang dikandungnya juga menjadi terancam terinfeksi HIV melalui kehamilan, proses kelahiran dan menyusui. Oleh karena itu  peningkatan  kasus HIV dikalangan ibu rumah tangga juga berkorelasi dengan peningkatan kasus HIV pada bayi dan anak-anak.

Permasalahan baru muncul ketika ibu melahirkan bayi dengan HIV positif. Bayi HIV positif akan tumbuh menjadi anak dengan HIV yang akan berhadapan dengan segudang permasalahan stigma dan diskriminasi di masyarakat. Kentalnya stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap anak dengan HIV positif akan berimplikasi pada hak anak. Sesuai dengan konvensi hak anak PBB tahun 1989, anak harus mendapatkan 10 hak,diantaranya adalah hak untuk mendapatkan makanan, bermain, pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan, kesamaan, mendapatkan nama (identitas), status kebangsaan. Stigma dan diskriminasi di masyarakat membuat anak terinfeksi HIV tidak memperoleh hak untuk mendapatkan kesamaan karena image HIV positif yang melekat selamanya.Mengingat sangat rentannya penularan HIV pada perempuan dan anak yang bisa mempengaruhi kualitas hidup generasi penerus bangsa, maka perlu diadakan suatu program yang mudah untuk diaplikasikan di masyarakat.

Program terbagi menjadi 2 kelompok :

1.      Individu : Hygienic Living Campaign (Kampanye Hidup Higienis) menerapkan pola perilaku hidup higienis sejak dini, mekanisme program berupa mengkampanyekan perilaku hidup higienis untuk anak usia PAUD, TK, SD, SMP dan SMA. Jika anak-anak sudah terbiasa sejak kecil untuk dilatih berperilaku higienis maka sampai dewasa pun perilaku tersebut akan tetap terpelihara, derajat kesehatan akan meningkat karena perilaku higienis berkorelasi dengan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. Hygienic Living Campaign berhubungan dengan meningkatnya kualitas kehidupan untuk masyarakat, hak anak untuk selalu sehat bisa diwujudkan, karena dengan menjaga perilaku hidup higienis akan terbebas dari penyakit selain itu dalam penanggulangan HIV, dengan kebiasaan berperilaku higienis maka penggunaan kondom pada populasi beresikosecara otomatis akan termemori dan tidak terbebani bahkan menjadi suatu keharusan untuk melindungi diri dari bahaya HIV-AIDS. Angka kasus HIV menurun, populasi ibu rumah tangga tidak lagi terancam tertular dari suami yang berperilaku beresiko. Harapan dari Hygienic Living Campaignyaitu hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari ibu tidak lagi terenggut karena ibu selalu sehat dan tidak tertular HIV, selain itu hak anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik seperti hak untuk memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan juga dapat diwujudkan karena orang tua sehat dan bisa bekerja untuk meningkatkan derajat hidup keluarga.

Mekanisme program diawali dengan pemilihan duta higienis disetiap sekolah untuk kemudian mengikuti pelatihan yang nantinya bisa mengkampanyekan metode dan cara untuk hidup higienis kepada siswa di sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan sasaran sebelum melaksanakan program kampanye hidup bersih, agar program dapat tersosialisasikan dengan baik maka perlu rapat koordinasi dengan instansi terkait. Diharapkan program ini dapat dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, agar perilaku hidup higienis tersebut secara otomatis dapat diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari oleh generasi penerus bangsa.

2.      Komunitas : KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) berbasis masyarakat, "TAHU AKU, AKU JADI TAHU", adanya stigma dan diskriminasi karena kurangnya intensitas hubungan personal antara ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dengan masyarakat, pemahaman masyarakat tentang ODHA yang keliru dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS. Oleh karena itu dengan program "TAHU AKU, AKU JADI TAHU" diharapkan dapat melunturkan stigma ODHA di masyarakat. Mekanisme program yaitu kegiatan sosialisasi di tingkat desa dan kelurahan yang melibatkan ODHA sebagai narasumber untuk mensosialisasikan pencegahan HIV-AIDS. Testimoni ODHA menjadi ujung tombak dalam sosialiasi HIV-AIDS, masyarakat perlu tahu bahwa HIV-AIDS bukan lagi penyakit yang menyeramkan, menakutkan, akan tetapi orang terinfeksi HIV bisa selalu sehat dan dapat beraktifitas, bekerja, dapat meningkatkan derajat hidup keluarga.Semakin seringnya ODHA ikut serta pada kegiatan kemasyarakatan diharapkan ODHA menjadi tidak terstigma oleh masyarakat, hal tersebut akan mengimplikasi pada pemberian hakanak terinfeksi HIV, mereka juga dapat sekolah dengan nyaman tanpa ada rasa malu dan tidak takut untuk dikucilkan, serta bebas dari perlakuan diskriminasi oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan yang paripurna tanpa ada stigma dari petugas kesehatan bisa diperoleh selain itu juga anak dengan HIV positif juga memiliki hak untuk mendapatkan kesamaan dengan anak lainnya tanpa adanya diskriminasi.

Hak anak merupakan alat untuk melindungi anak dari ketidakadilan, stigma dan diskriminasi. Pemenuhan hak anak dapat menciptakan rasa saling menghargai pada setiap manusia. Penghargaan terhadap hak anak hanya bisa dicapai apabila semua orang mengakui bahwa setiap individu memiliki hak yang sama, dan kemudian menerapkannya dalam sikap dan perilaku yang menghormati, mengikutsertakan dan menerima orang lain.

Program Hygienic Living Campaign diharapkan  dapat mengubah pola pikir dan perilaku dari perilaku yang mengesampingkan kesehatan menjadi perilaku yang memperhatikan arti pentingnya kesehatan bagi kelangsungan hidup manusia agar tidak tertular HIV.Sejatinya perubahan tidak bisa kita tunggu tetapi harus kita kejar, dan sudah selayaknya setiap perjuangan membutuhkan kerja keras, kapabilitas, dan semangat pantang mundur.

Penggabungan 2 program antara promotif,preventif dan rehabilitatif  semoga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan penanggulangan dan pemberantasan HIV-AIDS di kalangan perempuan dan anak. Stigma dan diskriminasi selalu menjadi kendala terbesar dalam penanggulangan HIV. Oleh karena itu dengan adanya program "TAHU AKU,AKU JADI TAHU" semoga menjadi khasanah pendekatan baru untuk mendekatkan dan mengenalkan ODHA kepada masyarakat, tujuan akhir dari program tersebut  diharapkan stigma diskriminasi terhadap ODHA dapat hilang sehingga masyarakat  dapat menerima, melindungi dan mengakui.

Berbekal ilmu sebagai dasar untuk bertindak, semangat untuk menyuarakan perubahan agar tergugah kesadaran masyarakat untuk bahu membahu menurunkan HIV dan melindungi mereka yang tertular HIV serta melaksanakan dengan amal perbuatan agar menjadi teladan bagi sesama. Perempuan dan anak adalah aset bangsa, fondasi utama keberlangsungan peradaban bangsa, oleh karena itu perempuan dan anak perlu dilindungi dari penularan HIV AIDS dan stigma diskriminasi masyarakat. Indonesia akan kuat jika generasi penerusnya berkualitas dan terlindungi dari penularan HIV. Kekuatan itu bisa kita ciptakan dan kekuatan itu mulai dari diri sendiri, untuk mulai bertindak, berbenah dan berkarya demi kelangsungan generasi bangsa kita Indonesia.

*) Staf Humas RSUD Soeselo Slawi.

Artikel Lainnya

Oleh  Toto Subandriyo
Pengajar Mata Kuliah Perilaku dan Budaya Organisasi
Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Miris rasanya mengikuti perkembangan berita pengungkapan praktik korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir terhadap para penyelenggara negara. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun ini terhadap Bupati Klaten Sri Hartini rupanya tidak serta merta membuat nyali para koruptor ciut. Alih-alih merasa ciut dan jera, peristiwa serupa justru terulang dan terulang lagi di kemudian hari. OTT lagi, OTT lagi...

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM  *)

Era globalisasi seperti sekarang ini semakin memudahkan kita dalam mengkonsumsi berbagai makan dan minuman yang mengandung karbohidrat, mengandung kalori dengan jumlah yang cukup tinggi, restoran, fast food, makanan instan dan sejumlah kedai, kafe yang semakin menjamur dan ratusan jumlahnya tentunya akan membuat tantangan tersendiri bagi kita dalam memanage pola konsumsi asupan makanan dan minuman. Diabetes Mellitus merupakan momok yang paling menyeramkan di era globalisasi saat ini , mengingat DM selain diderita usia lansia, tak pelak lagi, kasus Diabetes Mellitus itu juga sudah menyerang kaum muda bahkan anak-anak hal itu menunjukkan makin buruknya tingkatan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat modern.

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, S.Kom *)

Perkembangan teknologi adalah suatu hal yang mutlak dan akan terus berjalan, bahkan terkadang teknologi juga berevolusi dan melakukan lompatan - lompatan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan masif juga terjadi pada perkembangan teknologi informasi. akhir-akhir ini Internet Of Things yang kemudian disebut IoT menjadi trending topics pada dunia teknologi informasi.

Detail artikel »

Oleh : Patriawati  Narendra, SKM *)

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang ditularkan oleh virus Avian Influenza jenis H5N1 pada unggas dikonfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang, Thailand, Komboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan tranportasi unggas yang terinfeksi. (Balitbang Depkes, 2005).

Detail artikel »

Oleh : Patriawati Narendra, SKM *)

Wanita merupakan aset bangsa, melalui wanitalah perkembangan dan kemajuan generasi muda dipertaruhkan, wanita yang kuat dan sehat merupakan pioner pondasi kekuatan dan sekaligus merupakan aset bagi bangsa dan negara. Tapi bagaimana bila wanita sebagai aset bangsa dan negara terancam penyakit yang mematikan? Penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yang mana organ tersebut sangat penting untuk melestarikan sebuah generasi.

Detail artikel »

Oleh  Toto Subandriyo
Kepala DKPP Kab. Tegal
Pengajar pada Program Magister Manajemen STIE Bank BPD Jateng

Sebagai tradisi generik Bangsa Indonesia, ritual Lebaran merupakan  sebuah keajaiban budaya. Dilihat dari skala gerak manusia, tak satu pun ritual budaya di negeri ini yang dapat menyamai masifnya perayaan Lebaran. Mobilitas puluhan juta orang dari tempat yang satu ke tempat lain terjadi secara masif dalam kurun waktu hampir bersamaan. Tak ayal  ketika peristiwa ini datang selalu memicu keras dinamika sosial ekonomi masyarakat.

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP)

Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag Nomor 27/2017 menggantikan Permendag Nomor 63/2016 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Permendag yang baru ini mengeluarkan komoditas cabai, dan memasukkan minyak goreng, daging beku, daging ayam dan telur ayam ras, ke daftar harga acuan. Sehingga komoditas yang diatur menjadi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, daging beku, daging sapi segar, daging ayam dan telur ayam ras.

Detail artikel »

Oleh M. Chandra Fighi I. *)

Bagi para programmer / pengembang aplikasi terutama aplikasi berbasis web, tentunya sudah banyak yang mengenal framework Laravel, framework php yang sangat fenomenal, kenapa fenomenal? Karena laravel merupakan framework baru tetapi kualitas dan daya tarik Laravel mampu menarik minat para programmer/pengembang aplikasi web untuk menggunakannya. Beberapa daya tarik dari Laravel adalah library yang lengkap dan dokumentasi yang lengkap juga. Tapi artikel kali ini saya bukan membahas tentang Laravel, tetapi saya akan membahas tentang "sang anak" dari Laravel yaitu Lumen. Apa itu lumen dan apa kegunaannya?

Detail artikel »

Oleh : Afiati Hary Kresnawati *)

Barangkali kita pernah menjumpai kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan teman atau saudara kita tiba-tiba berubah dari semula terdaftar pada fasilitas kesehatan yang sebelumnya menjadi terdaftar sebagai peserta pada fasilitas kesehatan yang berbeda. Tentunya hal itu sangat mengejutkan dan merepotkan peserta jika tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan terbitnya Peraturan BPJS Kesehatan Nomer 1 Tahun 2017 tampaknya fenomena tersebut akan lebih banyak terjadi karena BPJS Kesehatan berwacana untuk melaksanakan pemerataan peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Detail artikel »

Oleh Toto Subandriyo
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kab. Tegal

Usaha peternakan unggas rakyat, utamanya ayam petelur, beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi mengkhawatirkan. Kondisinya persis seperti digambarkan dalam peribahasa "bagaikan telur di ujung tanduk", dalam kondisi bahaya dan harus segera diselamatkan. Sudah beberapa bulan harga telur ayam di tingkat peternak di sejumlah daerah di Indonesia terjun bebas hingga mencapai Rp 13.800 per kilogram, jauh dari titik impas (break even point) Rp 16.500-Rp 17.000 per kilogram.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 10.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.850 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 11.500 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 27.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 19 Oktober 2017